Transcription

TEORI HUMANISTIK ABRAHAM MASLOW DALAM PERSPEKTIFISLAMSKRIPSIDiajukan Oleh:ZIKRUNNIM. 421307188Jurusan Bimbingan dan Konseling IslamFAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASIUNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRYDARUSSALAM - BANDA ACEH1439 H/2018 M

Bacalahdengan menyebut nama Tuhanmu,Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, danTuhanmulah yang Maha Mulia yang mengajar manusia dengan pena,Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya (Q.S Al-Alaq 1-5)Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ? (Q.S: Ar-Rahman 13)Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang berimandiantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapaderajat (Q.S: Al-Mujadilah 11)Ya Allah .Waktu sudah kujalani dengan jalan hidup yang menjadi takdirkuSedih, bahagia, dan bertemu orang-orang yang memberiku sejuta pengalamanYang telah memberi warna-warni kehidupankuKubersujud dihadapan-Mu.Sepercik ilmu telah Engkau karuniakan kepadakuAku hanya mengetahui sebagian kecil ilmu yang ada pada-MuSegala puji bagi-Mu ya Allah .Engkau berikan aku kesempatan untuk bisa sampaidipenghujung awal perjuangankuWalau terkadang aku tersandung dan jatuhNamun semangatku tak pernah rapuh untuk meraih cita-citaIbunda dan almarhum Ayahanda tercinta .Tetesan keringat dan peluh telah membasahi bajumu, terik matahari telah membakar kulitmu, dan derashujan telah membasahi tubuhmu semua itu engkau lakukan demi keberhasilan anakmu tercinta, engkaumerawatku dengan kesabaran dan mendidikku dengan keringat cintamu sehinggaaku bisa menjadi seperti sekarang ini.Dengan kerendahan hati kupersembahkan karya kecilku ini untuk almarhum Ayahanda dan Ibundatercinta serta seluruh keluarga besarku, dan kawan-kawanku Ilhamni,Fat Han, Harristia, Zulfikar, M. Riza,M. Syukri, Muliyadi, Rinaldi, dansemua dosen BKI juga teman leting 2013berkat do’a dan dukungan kalianananda bisa meraihkesuksesan ini.Akhirnya .Ku awali semua perjalanan hidupku dengan bismillahSemoga ini menjadi jembatan bagiku untuk mencapai kebahagiaanDan keberkahan dalam hidup didunia dan akhiratBy: Zikrun, S.Sos

ABSTRAKSkripsi ini mengkaji tentang teori humanistik Abraham Maslow dalamperspektif Islam. Humanistik adalah aliran yang mengutamakan manusia sebagaimakhluk keseluruhan. Teori Humanistik sangat memperhatikan tentang dimensimanusia dalam berhubungan dengan lingkungannya secara manusiawi denganmenitik beratkan pada kebebasan individu untuk mengungkapkan pendapat danmenentukan pilihannya, nilai-nilai, tanggung jawab, tujuan dan pemaknaan.Maslow menganggap bahwa seseorang akan merasakan kebahagiaan yangmendalam apabila mencapai tingkatan aktualisasi diri. Maslow melahirkan satuteori dalam humanistiknya yaitu teori motivasi yang disebut hierarchy of needyaitu teori kebutuhan manusia yang disusun secara bertingkat. Tingkat palingdasar adalah kebutuhan fisiologis dan tingkat teratas atau pucak adalah kebutuhanaktualisasi diri. Maslow mengatakan bahwa untuk bisa melangkah ke tingkatkebutuhan selanjutnya maka harus terpenuhi dahulu kebutuhan dasar atau yangsedang dijalani. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana ayat Al-Qur’an,hadits dan pendapat ulama memandang teori humanistik Abraham Maslow dalammelihat manusia. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian iniadalah penelitian kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang dilakukandengan cara mengumpulkan data yang ada di pustaka, membaca, mencatat sertamengolah bahan yang berkenaan dengan penelitian ini. Dalam membahas skripsiini penulis menggunakan metode content analysis atau analisis isi, yaitu analisistentang isi pesan suatu komunikasi. Teknik content analysis (analisis isi) adalahteknik penelitian untuk membuat inferensi-inferensi (proses penarikan kesimpulanberdasarkan pertimbangan yang dibuat sebelumnya atau pertimbangan umumsimpulan) yang dapat ditiru (replicable) dan shahih data dengan memperhatikankonteksnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam Islam manusiamencakup tiga aspek yaitu aspek jismiah, nafsiah dan ruhaniah. Teori humanistikAbraham Maslow memandang manusia hanya mencakup dua aspek dari tigaaspek tersebut yaitu aspek jismiah dan aspek nafsiah. Teori humanistik AbrahamMaslow tidak tepat dalam memandang manusia berdasarkan ayat Al-Qur’an,hadits dan juga pendapat ulama. Teori hierarchy of need (hirarki kebutuhan)Abraham Maslow juga tidak tepat menurut ayat Al-Qur’an, hadits dan pendapatulama. Maslow berpendapat bahwa manusia baru akan bisa mencapai tingkat ataujenjang selanjutnya setelah kebutuhan dasar terpuaskan. Sedangkan Islammemandang manusia dapat mencapai kebutuhan tertinggi tanpa terpenuhinyakebutuhan dasar.i

KATA PENGANTARPuji syukur kepada Allah Swt. yang telah memberikan kesehatan dankekuatan serta kesempatan kepada saya sehingga dapat menyelesaikan Skripsi yangberjudul “Teori Humanistik Abraham Maslow dalam Perspektif Islam”. Shalawatberiring salam kita sanjungkan kepada Baginda Rasul Muhammad Saw. yang telahmenggerakkan umat manusia dari masa yang penuh dengan kejahilan kepada masayang kaya dengan ilmu pengetahuan. Salam sejahtera pula kepada keluarga dan parasahabatnya sekalian, juga kepada ulama baik yang mutaqaddimin maupun yangmutaakh-khirin.Dalam penyelesaian skripsi ini, penulis sadar banyak hambatan yangmenghadang dalam proses penyusunannya dikarenakan keterbatasan kemampuanpenulis sendiri. Terselesainya skripsi tentulah karena penulis banyak mendapatbantuan, arahan dan bimbingan dari berbagai pihak. Sehubungan dengan itu, melaluipengantar ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:1.Ibunda dan almarhum ayahanda beserta keluarga tercinta yang selalu menjadipemberi motivasi baik moril maupun materil serta dengan tulus mengiringiii

langkah penulis dengan do’a selama menempuh pendidikan dan dalampenyelesaian skripsi ini.2.Bapak Drs. Mahdi NK, M. Kes selaku Penasehat Akademik dan pembimbing Iserta Ibuk Juli Andriyani, M. Si selaku pembimbing II yang telah berkenanmeluangkan banyak waktu dan pikirannya dalam membantu mengarahkan sertamembimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.3.Bapak Drs. Umar Latif, MA selaku ketua prodi Bimbingan dan Konseling IslamFakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh.4.Seluruh dosen di Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam yang telah membantusecara langsung atau tidak langsung dalam kelancaran skripsi ini.5.Ibu Dr. Kusmawati Hatta, M.Pd selaku Dekan Fakultas Dakwah dan KomunikasiUIN Ar-Raniry Banda Aceh.6.Bapak Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA selaku Rektor UIN Ar-Raniry yangtelah memimpin dengan baik.7.Seluruh staf, karyawan di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN ArRaniry Banda Aceh.8.Zulfikar, M. Riza, Muliyadi, Syukri, Rinal, Ilhamni, Fat Han, Zia Urrahman,Rahmat, Mirza, A. Haris serta teman-teman yang lain yang senantiasa membantudan memberikan dukungan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.iii

Tidak ada yang dapat penulis berikan kepada semuanya selain iringan do’ayang tulus ikhlas semoga amal kebaikannya diterima dan mendapat balasan yangterbaik dari Allah Swt. Segala kekurangan dalam skripsi ini penulis mohon maafyang sebesarnya karena penulis juga manusia biasa yang tentunya tidak terlepas darisalah. Mudah-mudahan skripsi ini bisa memberikan manfaat bagi penulis khususnyaserta calon konselor dan masyarakat pada umumnya. Amin ya Allah.Darussalam, 10 Januari 2018Penulisiv

DAFTAR ISIABSTRAK . iKATA PENGANTAR. iiDAFTAR ISI. vBAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah. 1B. Rumusan Masalah . 7C. Tujuan Penelitian . 7D. Manfaat Penelitian . 7E. Definisi Operasional. 8F. Penelitian Sebelumnya yang Relevan . 9BAB II KAJIAN PUSTAKAA. Teori Humanistik Abraham Maslow. 111. Riwayat Hidup Abraham Maslow. 112. Teori Humanistik Abraham Maslow. 183. Hirarki Kebutuhan Abraham Maslow. 26B. Humanistik dalam Perspektif Islam . 39BAB III METODE PENELITIANA. Jenis Penelitian. 67B. Sumber Data Penelitian. 68C. Teknik Pengumpulan Data. 68D. Teknik Analisis Data. 70BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANA. Teori Humanistik Abraham Maslow. 72B. Pandangan Islam tentang Teori Humanistik Abraham Maslow . 78BAB V PENUTUPA. Kesimpulan . 111B. Saran. 112DAFTAR PUSTAKA . 114LAMPIRANDAFTAR RIWAYAT HIDUPv

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangManusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna biladibandingkan dengan makhluk yang lain. Antara manusia yang satu denganmanusia yang lain terdapat perbedaan, karena itulah manusia disebut sebagaimakhluk yang unik. Islam memandang manusia sebagai satu kesatuan yang terdiridari ruh, jasad, dan akal yang saling terikat dan tidak mungkin dipisahkan menjadibeberapa bagian. Manusia bukanlah ruh tanpa jasad, bukan pula makhluk yanghanya terdiri dari jasad tanpa akal atau hanya terdiri dari jasad tanpa ruh.Setiap pemikiran yang ingin memisahkan bagian-bagian manusia inimenjadi terpisah tidak akan menghasilkan nilai yang sempurna, karena manusiatidak dipandang dari sudut pandang sebagaimana ia manusia yang sempurna,tetapi ia hanya dipandang sebagai bagian darinya, tidak akan mencerminkanhakikat manusia yang sempurna mencakup semua sisi bagian yang tidak bisadipisahkan dari manusia, yaitu sisi ruh, akal dan jasad. Sisi-sisi tersebutmerupakan kesatuan yang saling bersangkutan, baik dari fisik maupun psikisnya. 1Al-Qur’an menggambarkan manusia sebagai makhluk pilihan Tuhan,sebagai khalifah di muka bumi yang di dalam dirinya ditanamkan sifat-sifat1Luqman Abdul Jalal, Keseimbangan antara Kebutuhan Akal, Jasmani dan Rohani,(Jakarta: Cendekia Sentra Muslim, 2004), hlm. 27-28.1

2kebaikan dan keburukan. Apabila sifat jelek manusia sudah tertanamdalam dirinya maka dapat memunculkan efek buruk di dalam jiwa danperbuatannya.2Manusia bukan hanya sekedar penduduk bumi, tetapi ia menyandangpredikat yang dianugerahkan sang Pencipta kepadanya. Oleh karena itu iamemiliki beban kewajiban yang harus dipertanggung jawabkan dan bahkan harusmempertanggung jawabkan hidupnya kepada sang khalik.Di kalangan ilmuan Psikologi seringkali muncul suatu pertanyaan tentanghakikat manusia yang sesungguhnya dan setiap kali hal itu muncul selalu sajatidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Bahkan terdapat diantara merekaseperti nyaris pesimis hingga mengatakan: “jika ada pertanyaan purba yangsampai kapanpun tidak pernah basi dan selalu diperbincangkan, barangkali tidaklain dan tidak bukan pernyataan tersebut berkisar tentang makna manusia”. Dalamranah ilmu pengetahuan pendapat ahli dalam memaknai manusia yangberpendapat bahwa manusia dan binatang keduanya sama, manusia adalah sebuahmesin yang diberi makan dan menghasilkan pikiran, manusia hanyalah sebatasilalang yang lemah di alam raya, namun ia adalah ilalang yang berpikir.3Berdasarkan kodrat kejasmaniannya, manusia disebut homo mechanius(mesin, digerakkan oleh lingkungan), homo erectus (makhluk yang berdiri tegak),homo lodens (pemeran yang memainkan permainan). Dari sudut pandang kodrat2Mohsen Qaraati, Tafsir Ayat-Ayat Pilihan (Seri Tafsir Untuk Anak Muda), (Jakarta: AlHuda, 2006), hlm. 85.3Purwa Atmaja Prawira, Psikologi Umum dengan Perspektif Baru, (Jogjakarta: Ar-ruzzMedia, 2012), hlm. 198.

3daya ciptanya, manusia dinamakan homo faber (makhluk sebagai pekerja), homosapiens (makhluk modern), animals rationale (makhluk yang berakal), animalsymbolicum (makhluk yang mempergunakan simbol-simbol). Manusia jugadisebut homo recentis (makhluk yang memiliki kepekaan rasa), homo valens(makhluk petualang), homo mensuara (makhluk penilai), homo educandum(makhluk berpikir dan bekerja). Dalam kaitan dengan kehidupan sosial, manusiadinamakan homo socius (makhluk sosial), homo economicus (makhluk yangselalu ingin memenuhi kebutuhan), homo viatur (makhluk yang selalu mencarijati diri), homo religious (makhluk yang selalu berlindung kepada Tuhan), homoconcorn (makhluk adaptif dan transformative).4Berbagai macam pandangan tentang manusia timbul dari para aliran dalamPsikologi, dimana salah satu aliran yang memberikan pandangannya terhadapmanusia adalah aliran humanistik. Para humanis menyatakan bahwa manusiamemiliki dorongan-dorongan dari dalam dirinya untuk mengarahkan dirinyamencapai tujuan yang positif. Mereka menganggap manusia itu rasional dan dapatmenentukan nasibnya sendiri. Hal ini membuat manusia itu terus berubah danberkembang untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih sempurna. Manusiadapat pula menjadi anggota kelompok masyarakat dengan tingkah laku yang baik.Mereka juga mengatakan selain adanya dorongan-dorongan tersebut, manusiadalam hidupnya juga digerakkan oleh rasa tanggung jawab sosial dan keinginan4Jalaluddin, Psikologi Agama, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2012), hlm. 156-157.

4mendapatkan sesuatu. Dalam hal ini manusia dianggap sebagai makhluk individudan juga sebagai makhluk sosial.5Abraham Maslow adalah salah seorang tokoh yang mengembangkan teorihumanistik. Humanistik adalah paham yang mengutamakan manusia sebagaimakhluk keseluruhan. Mereka tidak setuju dengan pendekatan-pendekatan lainyang memandang manusia hanya dari salah satu aspek saja, apakah itu hanya daripersepsinya (gestalt), refleksnya (behaviourisme), kesadarannya (kognitif),maupun alam ketidaksadarannya saja (psikoanalisis). Manusia harus dilihatsebagai totalitas yang unik, yang mengandung semua aspek dalam dirinya danselalu berproses untuk menjadi dirinya sendiri (aktualisasi diri).6Teori Humanistik sangat memperhatikan tentang dimensi manusia dalamberhubungan dengan lingkungannya secara manusiawi dengan menitik beratkanpada kebebasan individu untuk mengungkapkan pendapat dan menentukanpilihannya, nilai-nilai, tanggung jawab, tujuan dan pemaknaan. Maslowmenganggap bahwa seseorang akan merasakan kebahagiaan yang mendalamapabila mencapai tingkatan aktualisasi diri. Maslow meletakkan tingkatanaktualisasi diri ini pada tingkatan puncak di dalam suatu teorinya yaitu teorikebutuhan.Manusia didalam kehidupan erat hubungannya dengan pemenuhansejumlah kebutuhan demi melanjutkan hidup. Dalam memenuhi kebutuhan hidup,5Siti Khasinah, “Hakikat Manusia Menurut Pandangan Islam dan Barat”, dalam: JurnalIlmiah DIDAKTIKA, volume XIII nomor 2, 296-317, 2013 (Banda Aceh: UIN Ar-Raniry), hlm.299-300.6Sarlito W. Sarwono, Pengantar Psikologi Umum, (Jakarta: Rajawali Pers, 2013 ), hlm.32.

5tingkah laku sangat menentukan kecenderungan manusia agar mencapaikehidupan yang memuaskan. Tingkah laku dalam hal ini berkaitan denganpsikologis dimana merupakan cerminan kepribadian yang dapat dilihat dalamrealitas kehidupan seseorang dalam pemenuhan kebutuhan.Menurut Maslow tingkah laku manusia ditentukan oleh kecenderunganindividu untuk mencapai tujuan agar kehidupan individu lebih bahagia ebut,Maslowmembangun sebuah teori tentang kebutuhan yang kemudian dikenal dengan teori“Hirarki Kebutuhan” (Hierarchy of Need). Dalam teori hirarki kebutuhan ini,Maslow menyebutkan lima kebutuhan manusia yang tersusun secara hirarki.Disebut hirarki, karena pemenuhan kelima kebutuhan tersebut didasarkan atasprioritas utama.7Dalam teori ini kebutuhan spiritual tidak mendapatkan perhatian. Padahalsejatinya manusia adalah makhluk yang memiliki dua unsur, yaitu unsur jasmanidan rohani. Keduanya tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan harusberjalan secara seimbang. Jika manusia hanya mengedepankan aspek lahiriah saja,maka ia tidak berbeda dengan binatang. Hubungan antara keduanya harusseimbang, sehingga dapat tercipta relasi yang harmonis.8 Keduanya tidak bisaberjalan sendiri-sendiri karena akan menimbulkan kegagalan dalam mencapai7Nurhikma, “Aspek Psikologis Tokoh Utama dalam Novel Sepatu Dahlan Karya KhrisnaPabichara (Kajian Psikologi Humanistik Abraham Maslow)”, dalam: Jurnal Humanika, volume 3nomor 15, 2015 / ISSN 1979-8296.8Ismail Raji Al-Faruqi, Tauhid, (Bandung: Pustaka, 1988), hlm. 165.

6kehidupan yang diharapkannya. Sehingga rohani atau jiwa menjadi aspek yangpenting dalam kehidupan manusia.Maslow dalam teorinya menjelaskan bahwa setiap jenjang kebutuhanmanusia dapat dipenuhi apabila jenjang sebelumnya telah terpuaskan. Hal inikontra dengan sifat manusia yang tersebut didalam Al-Qur’an. Allah berfirmandalam surat al-Muddatstsir:15: Artinya: “Kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya.”(QS. alMuddatstsir:15)9Dalam ayat diatas dijelaskan bahwa manusia tidak merasa puas denganapa yang diberikan kepadanya, tidak mau bersyukur, dan tidak merasa cukup.10Ini menunjukkan bahwa manusia itu adalah makhluk yang memiliki sifat egoisdan serakah. Jika melihat kedua sifat ini maka setiap kebutuhan manusia sepertiyang disebutkan Maslow tidak akan pernah terpuaskan dan manusia akan selaluberada pada jenjang yang sama dan itu artinya tingkatan kebahagiaan tidak akanpernah tercapai.Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukansuatu penelitian dengan judul “Teori Humanistik Abraham Maslow dalamPerspektif Islam”9Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Semarang:CV. Alwaah, 1989), hlm. 993.10Sayyid Quthb, Tafsir Fi Zillalil Qur’an Jilid 12, Terjemahan As’ad Yasin, dkk,(Jakarta: Gema Insani, 2001), hlm. 92.

7B. Rumusan Masalah Penelitian1. Bagaimana teori humanistik Abraham Maslow?2. Bagaimana pandangan Islam tentang teori humanistik Abraham Maslow?C. Tujuan Penelitian1. Untuk mengetahui teori humanistik Abraham Maslow.2. Untuk mengetahui pandangan Islam tentang teori humanistik AbrahamMaslow.D. Manfaat PenelitianSecara Teoritis1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber yang bermanfaat untukdipelajari mengenai teori humanistik Abraham Maslow dalam perspektifIslam.2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan danpemahaman para pembaca tentang teori humanistik Abraham Maslow dalamperspektif Islam.Secara Praktis1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peneliti lainnya yangingin mengembangkan penelitian ini lebih lanjut.2. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi praktisi lembagapendidikan, khususnya jurusan Bimbingan dan Konseling Islam.

8E. Definisi OperasionalUntuk menghindari timbulnya kesalahpahaman dalam memahami danmenganalisis istilah yang terdapat dalam penelitian ini, maka perlu untukdijelaskan beberapa istilah. Adapun beberapa istilah tersebut yaitu:1.Teori Humanistik Abraham MaslowTeori adalah pendapat yang dikemukakan sebagai suatu keteranganmengenai suatu peristiwa (kejadian) dan sebagainya.11 Humanistik adalah suatuteori dalam aliran psikologi yang memandang manusia sebagai makhluk unikyang mencari makna hidup. Maslow adalah salah seorang tokoh dalam aliranhumanistik. Humanistik Abraham Maslow melihat manusia itu adalah makhlukpenuh misteri. Maslow menganggap bahwa manusia akan mencapai tingkatantertinggi apabila manusia itu dapat memanfaatkan secara penuh bakat, kapasitaskapasitas, potensi-potensi dan sebagainya yang ada dalam dirinya. 12 Menurutpenulis, teori humanistik Abraham Maslow adalah suatu teori dalam aliranpsikologi yang memanusiakan manusia, lebih tepatnya teori ini memandangmanusia dari aspek keseluruhannya. Memandang positif manusia dimana teori inimelihat manusia selalu berusaha untukmempertahankan dan meningkatkankualitas dirinya agar mencapai aktualisai diri.1112Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Umum Bahasa Indonesia, hlm. 1253.Frank G. Goble, Mazhab Ketiga Psikologi Humanistik Abraham Maslow, TerjemahanSupratinya, (Yogyakarta: Kanisius, 1987), hlm. 29.

92. Perspektif IslamMenurut kamus besar bahasa Indonesia, perspektif adalah pandangan,tinjauan, sudut pandang.13 Sedangkan Islam menurut Zainal Abidin adalahperaturan untuk seluruh umat manusia yang hidup di dunia agar terhindar darikesesatan, mencapai kedamaian, kemuliaan, keselamatan dan kesejahteraanberdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.14 Menurut penulis, perspektif islam adalahsudut pandang terhadap suatu hal dimana pandangan itu berpedoman kepada AlQur’an, hadits dan juga pendapat para ulama.Berdasarkan pengertian yang telah dijelaskan diatas maka teori humanistikAbraham Maslow dalam perspektif Islam ialah suatu teori dari salah seorangtokoh humanistik yaitu Abraham Maslow dalam aliran psikologi yangmemandang manusia sebagai makhluk yang unik, makhluk yang memiliki cinta,kreativitas, nilai dan makna serta pengembangan diri untuk mencapai aktualisasidiri, dimana pandangan dari teori Abraham Maslow terhadap manusia ini akanditinjau dalam sudut pandang ajaran Islam yaitu dengan berpedoman pada ayatAl-Qur’an, Hadits, dan pendapat para ulama.F. Penelitian Sebelumnya yang RelevanBerdasarkan penelitian sebelumnya yang relevan adalah penelitian Risanti(2013) dengan judul “Aktualisasi Diri Siswa Menurut Pendekatan Humanistikpada SMA Negeri 1 Montasik Aceh Besar”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa13Tim Redaksi, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2001), hlm.14Zainal Abidin, Kunci Ibadah, (Semarang: Karya Toha Putra, 2001), hlm. 16.663.

10pendekatan humanistik yang diberikan guru efektif dalam mengaktualisasikan dirisiswa pada SMA Negeri 1 Montasik Aceh Besar dan ada hambatan yang dihadapiguru BK dalam mengaktualisasikan diri siswa menurut pendekatan humanistiktersebut. Berdasarkan angket dari 20 orang sampel ada 75% siswa yangmenyatakan mampu mengaktualisasikan diri dengan baik untuk mengembangkanpotensi diri di sekolah.1515Risna Risanti, Aktualisasi Diri Siswa Menurut Pendekatan Humanistik pada SMAN 1Montasik Aceh Besar, dalam skripsi, (Banda Aceh: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 2013),hlm. 54-55.

BAB IIKAJIAN PUSTAKAA. Teori Humanistik Abraham Maslow1. Riwayat Hidup Abraham MaslowAbraham Harold Maslow dilahirkan di Brooklyn, New York, pada tanggal1 April 1908.1 Abraham Harold Maslow adalah anak pertama dari tujuhbersaudara. Orang tuanya adalah imigran berkebangsaan Rusia-Yahudi yangpindah ke Amerika Serikat sebagai pembuat senjata. Pada masa kanak-kanaknyaMaslow adalah satu-satunya anak laki-laki Yahudi di sebuah perkampungan nonYahudi di pinggiran kota Brooklyn. Ia sendiri seperti merasa sebagai orang negropertama yang berada di sekolah yang seluruh muridnya adalah anak-anak kulitputih dan diperlakukan sama seperti anak-anak negro, terisolasi, tertekan dantidak bahagia.2 Pada waktu Maslow berusia 14 tahun, orang tuanya berimigrasidari Rusia menuju Amerika Serikat. Dalam perjalanan hidupnya, Maslowberkembang dalam iklim keluarga yang kurang menyenangkan. Dia merasa tidakbahagia dan terisolasi, karena orang tuanya tidak memberikan kasih sayang,ayahnya bersikap dingin dan tidak akrab, dan sering tidak ada di rumah dalamwaktu yang cukup lama. Ibunya seorang yang sangat percaya akan tahyul, yangsering menghukum Maslow gara-gara salah kecil saja. Dia membenci, menolak,dan lebih mencitai saudaranya daripada mencintai Maslow.1Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey, Teori-teori Holistik (Organismik –Fenomenologis), (Yogyakarta: Kanisius, 1993), hlm. 106.2E. Koeswara, Teori-teori Kepribadian, (Bandung: Erecso, 1991), hlm. 110.11

12Pada suatu hari, Maslow membawa dua anak kucing yang tersesat, nampardanmembenturkan kepala Maslow ke tembok. Perlakuan ibunya kepada Maslowmemberikan dampak yang serius bagi dirinya, tidak hanya kepada kehidupanemosionalnya, tetapi juga pada pekerjaannya dalam psikologi.3Abraham Maslow, seorang teoris kepribadian yang realistik, dipandangsebagai bapak spiritual, pengembang teori, dan juru bicara yang paling cakap bagipsikologi humanistik. Terutama pengukuhan Maslow yang gigih atas keunikandan aktualisasi diri manusialah yang menjadi simbol orientasi humanistik. 4Sejak kecil, Maslow merasa berbeda dengan orang lain. Dia merasa malukarena memiliki badan yang kurus dan hidung yang besar. Pada usia remaja, diamerasakan rendah diri yang sangat dalam (inferiorty complex). Dia mencobauntuk menkompensasinya dengan berusaha semaksimal mungkin untuk meraihpengakuan, penerimaan, dan penghargaan dalam bidang atletik, namun tidakberhasil. Dia kembali bersahabat dengan buku.Sejak kecil dan remaja, Maslow sudah senang membaca. Pagi-pagi diapergi ke perpustakaan yang dekat dari rumahnya untuk meminjam buku. Apabilaberangkat ke sekolah, dia pergi satu jam sebelum masuk kelas. Selama satu jamtersebut dia pergunakan untuk membaca buku yang dia pinjam dari perpustakaan.53Syamsu Yusuf dan Achmad Juntika Nurihsan, Teori Kepribadian, (Bandung: RemajaRosdakarya, 2011), hlm. 153-154.4Henryk Misiak dan Virgini Staudt Sexton, Psikologi Fenomenologi, Eksistensial, danHumanistik, (Bandung: PT Refika Aditama, 2005), hlm. 167.5Syamsu Yusuf dan Achmad Juntika Nurihsan, Teori ., hlm. 154.

13Maslow adalah seorang siswa yang cerdas. Karena desakan ayahnya, padausia 18 tahun ia kuliah di fakultas hukum di City College. Namun baru duaminggu kuliah Maslow pindah ke Universitas Cornel dan tak lama kemudian, ditahun 1928, ia pindah lagi ke Universitas Wisconsin di bidang psikologi ilmiah.Di Universitas ini Maslow meraih sarjana muda pada tahun 1930, sarjana penuhtahun 1931, dan meraih gelar doktor pada tahun 1934. Di bawah bimbinganProfesor Harry Harlow, peneliti primata terkenal, Maslow menulis disertasinyatentang ciri-ciri seksual dan sifat-sifat kuasa pada kera. Barangkali suatu hal yangmengherankan bahwa disertasi Maslow, seorang tokoh yang di kemudian harisangat gigih menentang penyelidikan psikologi menggunakan hewan, adalah studipengamatan terhadap ciri-ciri dan dominasi seksual pada kera. Ia ahseksualitasdanpenyimpangan-penyimpangannya karena ia memandang sebagai suatu hal yangesensial bagi pemahaman yang mendalam tentang manusia.6Ia mulai bekerja pada usia dini, pada permulaannya sebagai pengantarkoran. Banyak liburan musim panasnya dihabiskan untuk bekerja pada perusahaanmilik keluarga yaitu perusahaan pembuatan drum. Ia menikah pada usia muda,yaitu ketika ia berumur dua puluh sedangkan istrinya sembilan belas tahun.Kemudian setelah menikah, Maslow melanjutkan belajar ke Wisconsin, disana iaberjumpa dengan J.B. Watson dan segera jatuh hati pada Behaviorisme.7Disamping itu, Maslow juga mempelajari hasil karya Freud, psikologi Gestalt,6E. Koeswara, Teori-teori ., hlm. 111.7Frank G. Goble, Mazhab Ketiga ., hlm. 29.

14filsafat Alfred North Whitehead, dan Henri Bergson. Maslow menerima gelarPh.D dari Universitas Wisconsin pada tahun 1934. Dia kemudian pindah keNewyork, dan menjadi postdoctoral fellowship yang berada di bawah tangggungjawab E.L. Thorndike, di Universitas Columbia. Kemudian dia menjadi pengajardi Brooklyn College sampai dengan tahun 1951. Pada saat bekerja denganThorndike, dia mengikuti tes kecerdasan dan bakat skolastik. Thorndikemengatakan kepadanya, bahwa IQ-nya sangat tinggi yaitu 195, masuk kelompokgenius.8Setelah bacaannya tentang psikologi Gestalt dan psikologi Freudiansemakin luas, antusiasmenya pada behaviorisme mulai surut dan dari kehadirananaknya yang pertama, Abraham Maslow mendapatkan suatu penemuan penting.“Anak kami yang pertama telah mengubah diri saya sebagai seorang psikolog”,tulisnya. “Pengalaman itu telah membuat behaviorisme yang selama ini sayagandrungi tampak begitu bodoh sehingga menjadikan saya muak. Saya pandangimakhluk mungil penuh misteri ini”, begitu ia bertutur dalam sebuah wawancarauntuk majalah Psychology today, “ dan saya merasa begitu bodoh. Saya terkesimaoleh misteri itu dan oleh sejenis perasaan tak terkendali.Pada hari-hari pertama pecahnya Perang Dunia II, Maslow memutuskanmengabdikan seluruh sisa hidupnya untuk menemukan sebuah teori yangmenyeluruh tentang tingkah laku manusia yang akan bermanfaat bagi kepentingan8Syamsu Yusuf dan Achmad Juntika Nurihsan, Teori ., hlm. 155.

15dunia. “Saya ingin membuktikan bahwa manusia mampu melakukan sesuatu yanglebih mulia daripada perang, purbasangka dan kebencian.”9Maslow mengawali karir profesionalnya dengan memegang jabatansebagai asisten instruktur psikologi di Universitas Wisconsin (1930-1934) dansebagai dosen (1934-1935). Pada tahun 1937 Maslow menjadi staf peneliti diUniversitas Columbia sebagai asisten Edward L. Thorndike, salah seorang tokohBehaviorisme. Ia kemudian kembali ke New York dan menjadi guru besarpembantu di Brooklyn College, New York selama 14 tahun. Dia terinspirasi olehmahasiswa-mahasiswanya yang banyak berasal dari keluarga imigran danantusiasmenya pada psikologi. Setelah bertemu Maslow mereka merasa tidakasing dan terisolasi. Maslow menjadi dosen yang dikagumi dan ia termasuk salahsatu dari sedikit profesor yang peduli terhadap mahasiswanya.Di kota New Yo

Teori humanistik Abraham Maslow memandang manusia hanya mencakup dua aspek dari tiga aspek tersebut yaitu aspek jismiah dan aspek nafsiah. Teori humanistik Abraham Maslow tidak tepat dalam memandang manusia berdasarkan ayat Al-Qur’an, hadits dan juga pendapat ulama.