Transcription

ANALISIS SISTEM PENGAJUAN KREDIT DANPENGENDALIAN INTERN Studi padaPT. BANK BUKOPIN TbkCabang SurakartaNASKAH PUBLIKASIDiajukan Guna Memenuhi Tugas dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh GelarSarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas Muhammadiyah SurakartaOleh :Pramuris PrismawantiB 200 100 032FAKULTAS EKONOMI DAN BISNISUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA2014

HALAMAN PENGESAHANYang bertanda tangan di bawah ini telah membaca naskah publikasi dengan judul: “ANALISIS SISTEM PENGAJUAN KREDIT DAN PENGENDALIANINTERN Studi pada PT. BANK BUKOPIN Tbk Cabang Surakarta”Yang ditulis oleh :PRAMURIS PRISMAWANTIB 200 100 032Penandatangan berpendapat bahwa naskah publikasi tersebut telah memenuhisyarat untuk diterima.Surakarta,Oktober 2014Pembimbing(Drs. Suyatmin, M. Si)MengetahuiDekan Fakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas Muhammadiyah Surakarta(Dr. Triyono, SE. M. Si)

ANALISIS SISTEM PENGAJUAN KREDIT DANPENGENDALIAN INTERN Studi padaPT. BANK BUKOPIN TbkCabang SurakartaPRAMURIS PRISMAWANTIB200100032Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah SurakartaABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatandeskriptif. Yang bertujuan untuk mendeskripsikan sistem pengajuan kreditdan pengendalian intern yang dilaksanakan oleh PT. Bank Bukopin TbkCabang Surakarta. Data penelitian ini diperoleh dari observasi sertawawancara langsung dengan pihak yang terkait, dan menggunakan metodekualitatif (analisis deskriptif).Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa sistempengajuan kredit PT. Bank Bukopin Tbk Cabang Surakarta terdiri atasbeberapa prosedur, yaitu permohonan kredit, penyelidikan dan analisiskredit, persetujuan kredit, pencairan kredit, dan pelunasan kredit, sertatelah didukung oleh penerapan sistem pengendalian intern. Adapunpengendalian intern PT. Bank Bukopin Tbk Cabang Surakarta sudahefektif, masing-masing unit atau divisi memiliki tugas dan wewenang yangjelas sehingga memudahkan para karyawan untuk melakukan tugasnyadengan benar dan baik. Serta telah mencapai tujuan dari pengendalianintern pemberian kredit yaitu, keandalan pelaporan keuangan pemberiankredit, efektivitas dan efisiensi pemberian kredit, ketaatan terhadap hukumdan peraturan kredit.Kata kunci : sistem pengajuan kredit, pengendalian intern

A. PENDAHULUANMasalah keamanan atas kredit yang diberikan merupakan masalahyang harus diperhatikan oleh bank, karena adanya risiko yang timbuldalam sistem pemberian kredit. Permasalahan ini bisa dihindari denganadanya suatu pengendalian intern yang memadai dalam bidangperkreditan. Dengan kata lain diperlukan suatu pengendalian intern yangdapat menunjang efektivitas sistem pemberian kredit.Amanina (2011) melakukan penelitian “Evaluasi Terhadap SistemPengendalian Intern pada Proses Pemberian Kredit Mikro” (Studi pada PT.Bank Mandiri (persero) Tbk cabang Majapahit Semarang). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa Bank telah memenuhi unsur-unsurpengendalian intern dan proses pemberian kredit Bank telah dilakukandengan baik.Pentingnya dilakukan penelitian ini karena sistem pengajuan kreditdan pengendalian intern dalam proses pemberian kredit ini sangatdiperlukan agar memudahkan para nasabah dalam proses pengajuan kreditdan memberikan pedoman yang jelas atas syarat-syarat pengajuan kredittersebut. Selain itu, agar tidak terjadi penyelewengan dan penyalahgunaansistem, maka diperlukan suatu pengendalian intern sebagai fungsi kontroldan pengendali dari sistem tersebut, sehingga sistem yang sudah didesaindan diimplementasikan dengan baik tidak disalahgunakan untuk hal-halyang dapat merugikan perusahaan.Dalam rangka menganalisa sistem pengajuan kredit serta sistempengendalian intern yang sesuai dengan aktivitas perusahaan, maka dapatdirumuskan masalah-masalah sebagai berikut :1. Bagaimana sistem pengajuan kredit yang diterapkan oleh BankBukopin cabang Surakarta?2. Bagaimana sistem pengendalian intern yang diterapkan oleh BankBukopin cabang Surakarta?

3. Apakah sistem pengajuan kredit dan pengendalian intern yangditerapkan telah berjalan efektif sesuai dengan tujuan yang telahditetapkan?B. TINJAUAN PUSTAKA1. Pengertian SistemSistem dapat didefinisikan sebagai suatu jaringan prosedur yangdibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokokperusahaan (Mulyadi, 2002:5). Sebuah sistem dapat didefinisikansebagai serangkaian komponen yang dikoordinasikan untuk mencapaiserangkaian tujuan (Krismiaji, 2002: 1).Pengertian sistem menurut (Baridwan, 2002: 4) sistemmerupakan suatu rangkaian dari prosedur-prosedur yang salingberhubungan yang disusun sesuai skema yang menyeluruh untukmelaksanakan suatu kegiatan. Sistem akuntansi dapat didefinisikansebagai organisasi, formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasisedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan anperusahaan (Mulyadi, 2002:3).2. KreditMenurut Tjoekam (1999:1), kata kredit berasal dari bahasa Latinyaitu credere yang berarti percaya atau to believe atau to trust.Menurut Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 kreditadalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan denganitu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjamantara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjammelunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberianbunga.2.1. Tujuan KreditPemberian kredit mempunyai tujuan tertentu. Tujuanpemberian kredit tersebut tidak akan terlepas dari misi bank.

Adapun tujuan utama pemberian kredit menurut (Kasmir, 2004)adalah untuk mencari keuntungan, membantu usaha nasabah,membantu pemerintah.2.2. Unsur-unsur KreditAdapun unsur–unsur kredit menurut (Kasmir, 2004) adalah :a. Kepercayaan yaitu suatu keyakinan bagi kreditur bahwa kredityang diberikan (baik berupa uang, jasa atau barang) akanbenar–benar diterimanya kembali dimasa yang akan datangsesuai jangka waktu kredit.b. Kesepakatan, kesepakatan ini dituangkan dalam suatuperjanjian dimana masing–masing pihak menandatangani hakdan kewajibannya masing–masing.c. Jangka waktu merupakan batas waktu pengembalian angsurankredit yang sudah disepakati kedua belah pihak.d. Resiko, akibat adanya tenggang waktu, maka pengembaliankredit akan memungkinkan suatu resiko tidak tertagihnya ataumacet pemberian suatu kredit.e. Balas jasa merupakan keuntungan atau pendapatan ataspemberian suatu kredit. Balas jasa kita kenal dengan namabunga.3. Prinsip Pemberian KreditAda beberapa prinsip-prinsip penilaian kredit yang seringdilakukan yaitu dengan analisis 5 C dan 7P. Penjelasan analisis 5C(Kasmir, 2004) adalah sebagai berikut:1. Character menganalisis watak dari peminjam sangat penting untukdiperhatikan.2. Capacity menganalisis faktor kemampuan untuk mengetahuikesungguhan nasabah melunasi hutangnya.3. Capital menganalisis modal untuk mengetahui kemampuanperusahaan dalam memikul beban pembiayaan yang dibutuhkan

dan kemampuan dalam menanggung beban resiko yang mungkindialami perusahaan.4. Collateral menganalisis jaminan untuk diteliti keabsahan dankesempurnaannya, sehingga jika terjadi suatu masalah, makajaminan yang dititipkan akan dapat dipergunakan secepat mungkin.5. Condition menganalisis kondisi ekonomi, sosial dan politik yangada sekarang dan prediksi untuk dimasa yang akan datang.Penilaian kredit dengan menggunakan 7P (Kasmir, 2004) adalahsebagai berikut:1. Personality yaitu menilai nasabah dari segi kepribadiannya atautingkah laku sehari–hari maupun kepribadian masa lalu.2. Party yaitu mengklasifikasikan nasabah kedalam klasifikasi tertentuatau golongan–golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas sertakarakternya.3. Purpose yaitu mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kredittermasuk jenis kredit yang diinginkan nasabah.4. Prospect yaitu menilai usaha nasabah di masa akan datangmenguntungkan atau tidak atau dengan kata lain mempunyaiprospek atau sebaliknya.5. Payment yaitu ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikankredit yang telah diambil atau sumber dana untuk pengembaliankredit.6. Profitability yaitu menganalisis bagaimana kemampuan nasabahdalam mencari laba.7. Protection yaitu bagaimana menjaga agar kredit yang edityangdiberikan benar-benar aman.4. Pengendalian InternPengendalian intern yang ada dalam perusahaan bukanlahdimaksudkan untuk meniadakan semua kemungkinan terjadinyakesalahan atau penyelewengan, namun diadakan untuk menekan

terjadinya kesalahan dan penyelewengan supaya dapat diatasi dengancepat dan tepat. Pengendalian intern (internal control) adalah rencanaorganisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga aset,memberikan informasi yang akurat dan andal, mendorong dorongkesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan (Romney &Steinbart, 2006 : 229).4.1. Tujuan Pengendalian InternMenurut Mulyadi (2002: 180) Tujuan pokok dari sistempengendalian intern dalam suatu perusahaan dapat dibedakandalam empat tujuan pokok, yaitu :1. Menjaga kekayaan organisasi2. Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi3. Mendorong efisiensi operasi perusahaan4. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.4.2. Unsur-unsur Pengendalian InternMenurut Mulyadi (2002 : 183) pengendalian intern terdiridari : lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitaspengendalian, informasi dan komunikasi, pemantauan.4.3. Prosedur Pengendalian InternMenurut Jusuf (2003 : 263), prosedur pengendalian internyang baik terdiri dari beberapa hal sebagai berikut :1. Pengawasan tugas yang cukup memadai meliputi :a. Pemisahan pemegang aktiva dari akuntansi.b. gkutan.c. Pemisahan tanggung jawab operasi dan tanggung jawabpembukuan.d. Pemisahan tugas dalam pemrosesan dan elektronik.2. Otorisasi yang pantas atas transaksi dan aktivitas.3. Dokumen dan catatan yang memadai.

4. Pengendalian fisik atas aktiva dan pencatatan.5. Pengecekan independen atas pelaksanaan.5. Penelitian TerdahuluPenelitian yang relevan digunakan untuk mengetahui keaslianpenelitian ini berkaitan dengan judul penelitian. Dalam hal ini akandijelaskan beberapa penelitian yang relevan.Sari (2010) meneliti “Penerapan Implementasi PengendalianInternal dalam Sistem Pemberian Kredit Usaha Mikro KecilMenengah. Tujuan penelitian Sari adalah untuk mengetahuibagaimanakah struktur pengendalian intern dan sistem pemberiankredit mikro yang diterapkan oleh perusahaan. Simpulan atau temuanini adalah pengendalian internal terhadap sistem pemberian kreditmikro pada perusahaan dinilai dengan baik. Hal ini terlihat dari unsurstruktur pengendalian internal yang telah diterapkan dengan baik,sistem pemberian kredit mikro yang dilakukan dengan jelas dalampembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian telahdilakukan dengan baik karena dalam penerapan sistem pemberiankredit telah sesuai dengan pedoman atau peraturan mPengendalian Intern pada Proses Pemberian Kredit Mikro”. PenelitianAmanina bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan proses pemberiankredit mikro kepada calon debitur telah sesuai dengan sistempengendalian intern yang ada pada perusahaan. Simpulan atau hasildari temuan ini adalah pengendalian terhadap sistem kkanbahwapengendalian terhadap proses pemberian kredit adalah efektif.Pirdaus (2012) meneliti “Analisis Sistem Pengendalian InternPemberian Kredit pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).Penelitian Pirdaus bertujuan untuk mengetahui efektivitas sistempengendalian intern dalam pemberian kredit. Hasil atau temuanpenelitian menunjukkan bahwa proses persetujuan kredit didominasi

direktur dalam menentukan jumlah calon nasabah yang berhakmemperoleh pinjaman, penentuan jumlah kredit yang disetujui olehpihak BUMDes disesuaikan dengan jaminan calon nasabah, danproses pencairan pinjaman menggunakan bukti transaksi berupakuitansi disertai dengan Surat Perjanjian Pemberian Kredit (SP2K).C. METODE PENELITIAN1. Jenis, Obyek, Lingkup, dan Teknik Pengumpulan Data PenelitianJenis penelitian yang peneliti lakukan disini bersifat kualitatif,karena tidak berhubungan dengan jumlah atau angka, melainkanmengenai analisis pengajuan kredit dan pengendalian intern pada prosespemberian kredit Bank Bukopin cabang Surakarta. Pada penelitian iniobyek tersebut adalah Bank Bukopin cabang Surakarta. Lingkuppenelitian ini memfokuskan pada sistem pengajuan kredit danpengendalian intern yang meliputi syarat-syarat kredit, prosedurpengajuan kredit, analisa kredit, dan pengawasan kredit di BankBukopin cabang Surakarta. Pengumpulan data penelitian ini dilakukanterhadap kegiatan dari seluruh objek penelitian yang meliputi :Observasi, wawancara, dan dokumentasi.2. Pengujian DataPengolahan data hasil penelitian ini menggunakan alat analisisdeskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan suatu sistem atau proses.Dengan kata lain penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sistematau proses yang tengah berlangsung pada saat studi. Dengan demikiandapat dikatakan bahwa analisis deskriptif ini dimaksudkan untukmenguraikan atau memaparkan hasil penelitian untuk kemudiandiadakan interpretasi berdasarkan landasan teori yang telah disusun.

D. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN1. Prosedur Pemberian Kredit PT. Bank Bukopin Tbk1) Marketing Account Officer (AO) kredit memberikan penawarankredit kepada calon debitur.2) Calon debitur memberikan berkas pengajuan kredit peroranganberupa fotokopi KTP, fotokopi Akta Nikah, fotokopi NPWP,fotokopi Surat Ijin Usaha Perdagangan Tanda Daftar Perusahaan.Sedangkan kredit Badan Hukum berupa fotokopi KTP pengurus,fotokopi akta pendirian, fotokopi anggaran dasar, fotokopi Surat IjinUsaha Perdagangan Tanda Daftar Perusahaan.3) Pihak bank melakukan BI checking4) Pihak bank akan menilai jaminan agunan yang dimiliki calon debituryang dilakukan oleh Credit Investigator (CI) atau IndependenAppraisal5) Jika BI checking bagus (tidak ada kredit bermasalah) dan jaminanmengcover maka pihak bank akan melakukan Analisa Yuridis yangdilakukan oleh bagian Legal6) Setelah Analisa Yuridis selesai, maka marketing melakukan KomiteKredit yang dihadiri oleh Account Officer (AO), Legal, Credit RiskControler (CRC), Manajer Kredit dan Pimpinan Cabang.7) Jika hasil dalam Komite Kredit tersebut calon Debitur diterima olehpihak bank, maka dapat dilakukan pendroppingan kredit8) Sebelum dropping kredit tersebut, calon debitur harus menyediakandana awal untuk biaya asuransi ,biaya notaris, biaya provisi, danbiaya administrasi kredit9) Bagian Administrasi Laporan (ADML) melakukan input masterpinjaman dan Administrasi Kredit (ADMK) melakukan otorisasimaster pinjaman tersebut yang akan dikreditkan ke rekening annyasesuaidengan

2. Sistem Pengendalian Intern PT. Bank Bukopin Tbk1) Personil yang Kompeten dan Dapat DipercayaPengendalian internal dipengaruhi oleh manajemen dan personillain dalam suatu organisasi. Orang-orang tersebut menetapkan tujuanorganisasi dan membuat mekanisme pengendaliannya, sehinggaorang-orang tersebut harus yang kompeten atau orang-orang sing,kemampuan yang memadai dan mempunyai integritas yang tinggi.Dapat ditunjukkan pada diadakannya program training pada PT. BankBukopin Tbk, dilakukan atas dasar komitmen terhadap kompetensi.2) Pemisahan Tugas yang MemadaiSeluruh kegiatan organisasi tidak dapat dilaksanakan oleh satuorang saja sehingga diperlukan oleh beberapa orang yang menguasaitugas dan tanggung jawab sesuai dengan kemampuan yang dimilikioleh masing-masing individu (the right man on the right place). Halini ditunjukkan dengan adanya pembagian bidang atau divisi di bagianperkreditan pada PT. Bank Bukopin Tbk. Dan pemisahan tugas yangmenangani permohonan kredit oleh analis kredit, supervisi kredit danadministrasi kredit.3) Prosedur Otoritas yang TepatPelaksanaan aktifitas yang dijalankan oleh semua karyawan ataukaryawati harus dilaksanakan sesuai dengan pedoman/kebijakan yangtelah ditetapkan oleh perusahaan. Untuk otorisasi suatu transaksi harusdilakukan oleh supervisi yang sudah mendapat penunjukan secaratertulis. Ditandai dengan adanya pelimpahan tanggung jawab,pendelegasian wewenang serta adanya kebijakan-kebijakan danpengawasan melalui peraturan-peraturan PT. Bank Bukopin Tbk.4) Dokumen dan Catatan yang MemadaiUntuk semua transaksi harus disertai dengan dokumen danpencatatan yang memadai sebagai kelengkapan keabsahan transaksi

tersebut. Dokumen dan catatan harus diverifikasi terlebih dahulu olehaparat yang sudah ditunjuk dan kemudian disimpan di tempat yangaman dan memadai. Hal ini dapat terlihat dari lengkapnya persyaratankredit yang diperlukan oleh PT. Bank Bukopin Tbk.5) Kontrol Fisik dan CatatanSemua aset perusahaan harus dicatat dalam pembukuan dan daftarinventaris oleh orang yang sudah mendapat penunjukan dan tukDapatditunjukkan dengan Pimpinan Cabang yang berhak memberikankeputusan permohonan kredit yang dipertimbangkan dahulu melaluianalisa yang dilakukan analis kredit. Kemudian dilaksanakannyasistem informasi baru yang bertujuan untuk mengidentifikasi,menggabungkan, mencatat, menganalisis serta melaporkan transaksiyang sesuai dengan kelengkapannya dan ketepatannya.6) Pemeriksaan Pekerjaan secara IndependenSetiap aktifitas yang dijalankan harus diawasi oleh bagianpengawasan yang sifatnya independen sehingga hasil dari pengawasantersebut akan lebih obyektif. Dapat dilihat dengan adanya kebijakandan peraturan pemberian kredit serta adanya otorisasi oleh pejabatyang berwenang. Demikian pula dengan antisipasi risiko kredit macet,PT. Bank Bukopin Tbk berupaya mentaati peraturan Bank Indonesiamengenai Batas Maksimum Pemberian Kredit yang merupakanprosentase perbandingan batas maksimum penyediaan dana yangdiperkenankan terhadap modal bank. Selain itu adanya bagianCustomer Call dan Customer Visit dalam pemantauan kredit secaraberkala.

2.1. Efektifitas Pengendalian Intern Pemberian Kredit terhadapKomponen Kredita. Lingkungan PengendalianDalam melaksanakan proses pemberian kredit, bank telahmenerapkan unsur-unsur :1. Integritas dan Nilai EtikaIntegritas dan nilai etika pada PT. Bank Bukopin Tbk telahditerapkan, hal ini dapat dilihat dengan adanya kebijakan danperaturan pemberian kredit serta adanya otorisasi oleh pejabatyang berwenang.2. Komitmen terhadap KompetensiPT. Bank Bukopin Tbk memiliki rasa tanggung jawab padatingkat kecakapan karyawan dalam bekerja sesuai denganprofesinya. Hal ini dapat terlihat dari adanya program training,dilakukan atas dasar komitmen terhadap kompetensi.3. Dewan Direksi dan Komite KreditDilakukannya Komite Kredit oleh Pejabat Kredit yangbertanggung jawab secara langsung pada Dewan Direksi.4. Filosofi Manajemen dan Gaya OperasiFilosofi dalam bidang perkreditan berdiri di atas kepercayaanmasyarakat. Oleh karena itu, karyawan bank harus menjagakepercayaan masyarakat yang telah diberikan kepada bank.Dengan kata lain, falsafah manajemen yang dipegang oleh BankBukopin adalah melayani kredit kepada seluruh anmerupakan suatu tindakan partisipatif, hal ini tercermin daripeletakan perencanaan dan pengendalian ditangan ahmanajemen dan gaya operasi yang diterapkan oleh PT. BankBukopin Tbk telah memadai.

5. Struktur OrganisasiStruktur organisasi pada PT. Bank Bukopin Tbk telahdisusun dengan baik yang ditandai dengan adanya pembagianbidang di bidang perkreditan.6. Pelimpahan Wewenang dan Tanggung JawabPelimpahan otorisasi dan tanggung jawab pada PT. BankBukopin Tbk cukup memadai, terlihat dari adanya pelimpahantanggung jawab, pendelegasian wewenang serta adanyakebijakan-kebijakan yang dilengkapi tanggung jawab sertapengawasannya melalui peraturan-peraturan.7. Kebijakan dan Pelatihan Sumber Daya ManusiaKomponen kebijakan dan pelatihan SDM telah diterapkanmemadai oleh PT. Bank Bukopin Tbk. Hal ini terbukti denganadanya sistem penerimaan karyawan, pendidikan dan pelatihanserta mutasi dan promosi jabatan sebagai penghargaan terhadapprestasi karyawan.b. Penaksiran RisikoKomponen penaksiran risiko telah dilaksanakan dengan baik,artinya PT. Bank Bukopin Tbk sangat memperhatikan risiko yangberkaitan dengan prosedur perkreditan seperti risiko yang timbulkarena penempatan karyawan baru, pertumbuhan pemberian kredit,investasi, teknologi baru, serta adanya perluasan kegiatanoperasional bank dan penerapan prinsip-prinsip akuntansi yangbaru. Demikian pula dengan antisipasi risiko kredit macet, PT.Bank Bukopin Tbk berupaya mentaati peraturan Bank Indonesiamengenau Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) yangmerupakan prosentase perbandingan batas maksimum penyediaandana yang diperkenankan terhadap modal bank.

c. Aktivitas Pengendalian1) Pemisahan tugas yang memadai terlihat dari adanya pemisahantugas yang menagani permohonan kredit oleh analis kredit,supervisi kredit dan administrasi kredit.2) Pendelegasian wewenang secara wajar atas transaksi danaktivitas, dalam hal ini hanya Pimpinan Cabang yang berhakmemutuskan permohonan kredit yang harus dipertimbangkanterlebih dahulu atas analisa yang telah dilakukan oleh analiskredit.3) Dokumen dan catatan yang memadai telah dilakukan oleh PT.Bank Bukopin Tbk, hal ini dapat terlihat dari lengkapnyapersyaratan kredit yang diperlukan, sehingga akan terlaksanakeseragaman dalam penanganan proses pemberian kredit.d. Informasi dan KomunikasiInformasi dan komunikasi pada PT. Bank Bukopin Tbk telahdilaksanakan dengan baik dan memadai. Hal ini terlihat dengandilaksanakannya sistem informasi baru yang bertujuan untuk dapatmengidentifikasi, menggabungkan, mencatat, menganalisis sertamelaporkan transaksi yang sesuai dengan kelengkapannya danketepatannya juga diikhtisarkan dengan benar dan tepat.e. PemantauanPemantauan aktivitas kredit PT. Bank Bukopin Tbk telahmemadai, karena PT. Bank Bukopin Tbk telah melakukan aktivitaspemantauan kredit dalam bentuk Customer Call dan CustomerVisit.2.2. Efektifitas Pengendalian Intern Pemberian Kredit terhadapTujuan Pengendalian Interna. Keandalan Pelaporan Keuangan Pemberian KreditLaporan pemberian kredit selalu didukung oleh bukti danotorisasi dari pihak yang berwenang sehingga mudah ditelusuri dit

diberikan sesuai dengan prinsip-prinsip dan prosedur yang telahditetapkan. Dengan adanya prinsip 5C dan prosedur dalampemberian kredit dimulai dari tahap persetujuan kredit hinggatahap pencairan kredit sesuai dengan prosedur yang telah ada dandiharapkan tidak terjadi penyimpangan.b. Efektifitas dan Efisiensi Pemberian KreditPemberian kredit PT. Bank Bukopin Tbk cukup efektif,selalu mencapai target yang dianggarkan. Selain itu, PT. BankBukopin Tbk melakukan pengendalian dan pengamanan kreditdengan tujuan agar kredit yang diberikan benar-benar sesuaidengan tujuannya.c. Ketaatan terhadap Hukum dan Peraturan KreditPT. Bank Bukopin selalu berupaya mentaati setiap peraturandan hukum kredit yang berlaku, baik peraturan dan kebijakan yangberasal dari internal perusahaan dalam bentuk memo, maupunperaturan dan kebijakan yang berasal dari pusat atau pemerintah.Berdasarkan penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa ketaatanperusahaan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku adalahtelah memadai, hal ini terlihat dari ketaatan PT. Bank Bukopin Tbkdalam menjalankan prosedur kredit yang telah ditetapkan.3. Aspek-aspek Penilaian PT. Bank Bukopin Tbk dalam MencairkanKreditDalam penilaian pihak PT. Bank Bukopin Tbk cabang ah/debiturmenggunakan prinsip 5C, dengan aspek-aspek berikut ini :1. Character, calon debitur harus memiliki karakter yang baik, yaitusifat-sifat pribadi, budi pekerti, pembawaan, cara hidup, keadaankeluarga, hoby dan keadaan sosial dari pemohon kredit. Dengan katalain bagaimana baiknya dimata masyarakat dan di instansinya.

2. Condition of Economy, calon debitur harus memiliki usaha yanglayak untuk dibiayai.3. Capital, calon debitur harus memiliki histori BI checking yang baikdan menunjukkan sebelum memperoleh kredit dari krediturbagaimana hutang-hutang orang tersebut di luar kreditur. Analisaini sangat diperlukan guna memperkirakan apakah suatu kredit yangdiberikan dapat dibayar kembali atau tidak.4. Collateral, calon debitur harus memiliki jaminan yang memadai.Penilaian terhadap collateral atau barang jaminan yang akandijaminkan perlu dilakukan. Karena apabila penilaian terhadapcapital,character, conditionof economy dan capacity karenasesuatu hal yang meleset, maka pengembalian hirmasihbagikeselamatan kredit yang bisa berupa barang bergerak atau barangyang tidak bergerak (Muljono,2001:11-17).5. Capacity, calon debitur harus memiliki kemampuan dan dankesungguhannya dalam mengembalikan kredit.4. Pengawasan Kredit PT. Bank Bukopin TbkPengawasan kredit yang diterapkan PT. Bank Bukopin Tbkcabang Surakarta adalah sebagai berikut :1. Monitoring, bagian Customer Call melakukan monitoring minimal 1bulan sekali. Dan Account Officer akan melakukan Customer Visitminimal 3 bulan sekali.2. Apabila dalam waktu 6 bulan setelah jangka waktu kredit tidakmelakukan pelunasan, maka pihak bank akan memberikan suratperingatan 3 kali untuk melakukan pembayaran atau pelunasan kredit.5. Analisa Kredit PT. Bank Bukopin TbkAnalisa kredit yang diterapkan Bank Bukopin adalah sebagai berikut :

1. Account Officer menganalisa proposal pengajuan kredit yang dibuatoleh calon debitur.2. elayakan usaha calon debitur.3. Setelah menganalisa proposal pengajuan kredit dan laporan keuangancalon debitur, maka pihak bank dapat memberikan keputusanpermohonan kredit apakah calon debitur tersebut layak untukmendapatkan kredit atau tidak.E. PENUTUP1. Kesimpulana) Pengajuan kredit yang diterapkan PT. Bank Bukopin Tbk CabangSurakarta terdiri atas beberapa prosedur yaitu prosedur permohonankredit, prosedur penyelidikan dan analisispersetujuan permohonankredit,prosedurkredit, prosedurpencairanfasilitaskredit, dan prosedur pelunasan fasilitas kredit.b) PT. Bank Bukopin Tbk Cabang Surakarta dalam melakukanpengawasan dapat meminimalkan resiko terjadinya kredit macet.Selain itu pihak PT. Bank Bukopin Tbk cabang Surakarta dalammencegah dan menangani kredit bermasalah, dengan upayapemantauan atau monitoring usaha debitur secara berkala. Danmasing-masing unit atau divisi memiliki tugas dan wewenang yangjelas sehingga memudahkan para karyawan untuk melakukantugasnya dengan benar dan baik.c) Pemberian kredit dan pengendalian intern yang diterapkan PT. BankBukopin Tbk Cabang Surakarta telah efektif, karena telah mencapaitujuan dari pengendalian intern pemberian kredit yaitu, keandalanpelaporan keuangan pemberian kredit, efektivitas dan efisiensipemberian kredit, ketaatan terhadap hukum dan peraturan kredit.

2. Keterbatasan PenelitianPenelitian ini memiliki keterbatasan, yaitu hanya melakukanpenelitian Sistem Pengajuan Kredit dan Pengendalian Intern pada PT.Bank Bukopin Tbk Cabang Surakarta. Selain itu, tidak semua informasiatau dokumen dapat ditunjukkan oleh Perusahaan kepada peneliti,sehingga data yang diperoleh peneliti juga terbatas dalam penelitian ini.3. Saran1. Terkait dengan pengawasan yang perlu mendapat perhatian adalahpelaksanaan dalam menjalankan tugas harus sesuai dengan prosedurdan ketentuan, jangan sampai ada “main” dengan pihak debitur.Untuk menangani kredit bermasalah, perlu perhatian yang ekstrakarena penanganan yang buruk bisa berakibat pada likuiditas bank,sehingga dapat merugikan bank secara keseluruhan.2. Petugas yang menangani pemberian kredit agar lebih ditingkatkanlagi pengetahuan mengenai perbankan dan perkreditan melaluipelatihan-pelatihan dan diawasi oleh petugas yang lebih tinggikedudukannya.DAFTAR PUSTAKAAmanina, Ruzanna. 2011. Evaluasi terhadap Sistem Pengendalian Intern padaProses Pemberian Kredit Mikro. Jurnal. http//eprints.undip.ac.id. Semarang,diakses tanggal 19 Maret 2014.Baridwan, Zaki. 2002. Sistem Akuntansi Penyusunan Prosedur dan Metode.Yogyakarta : BPFE.Jusuf, Amir. A. 2003. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi Indonesia. Jakarta :Salemba Empat.Kasmir. 2004. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta : Raja GrafindoPersada.Krismiaji. 2002. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta : UPP AMP YKPN.Mulyadi. 2002. Sistem Akuntansi. Jakarta : Salemba Empat.

Muljono, Teguh, Pudjo. 2001. Manajemen Perkreditan Bagi Bank Komersiil,Edisi Kedua. BPFE UGM. Yogyakarta.Pirdaus. 2012. Analisis Sistem Pengendalian Intern Pemberian Kredit padaBadan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bina Usaha Desa Kepenuhan Barat.Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Pasir Pengaraian.Romney, Marshall B dan Paul John Steinbart. 2006. Sistem Informasi Akuntansi.Jakarta : Salemba Empat.Sari, Linda Mega. Penerapan Implementasi Pengendalian Internal dalam SistemPemberian Kredit Usaha Mikro Kecil Menengah : Studi Kasus pada PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Universitas Gunadarma.Tjoekam, Mochamad. 1999. Perkreditan Bisnis Internasional Bank Komersial.PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.“Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998” www.bi.go.id.

pengajuan kredit, analisa kredit, dan pengawasan kredit di Bank Bukopin cabang Surakarta. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan terhadap kegiatan dari seluruh objek penelitian yang meliputi : . fotokopi Surat Ijin Usaha Perdagangan Tanda Daftar Perusahaan. Sedangkan kredit Badan Hukum berupa fotokopi KTP pengurus, fotokopi akta pendirian .