Transcription

PELATIHAN KOMPUTER GRATIS DI KAMPOENG PINTARSEBAGAI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT(Studi Kasus di Desa Suwawal Timur, Pakis Aji Kabupaten Jepara)SKRIPSIDiajukan sebagai salah satu syaratuntuk memperoleh gelar Sarjana PendidikanJurusan Pendidikan Luar SekolahOleh:Amilya Candra Dewi1201412040PENDIDIKAN LUAR SEKOLAHFAKULTAS ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS NEGERI SEMARANG2016i

ii

iii

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHANMOTTO1.Kehebatan adalah hasil dari pelatihan dan pembiasaan dan kehebatanbukanlah aksi tetapi kebiasaan (Aritoteles).2.Jangan dulu mengatakan “tidak mampu” sebelum berusaha membuat diri kita“mampu”.3.Jangan tunggu sampai besok apa yang bisa kamu lakukan hari ini.PERSEMBAHANAku Persembahkan Karya Tulis ini Kepada :1. Almamaterku universitas Negeri Semarang2. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah yang telah memberikan ilmu danpengetahuan yang begitu besar.3. Yayasan Kampoeng Pintarv

ABSTRAKDewi, Amilya Candra. 2016. “Pelatihan Komputer Gratis di Kampoeng PintarSebagai Pemberdayaan Masyarakat (Studi Kasus di Desa Suwawal Timur, PakisAji Kabupaten Jepara)”. Skripsi Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas IlmuPendidikan, Universitas Negeri Semarang, dibimbing oleh Dra. Emmy Budiartati,M.Pd.Kata kunci: Pelatihan, Pemberdayaan Masyarakat, Kampoeng Pintar.Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya potensi masyarakat terhadappenguasaan teknologi. Upaya Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satucara untuk meningkatkan kualitas hidup. Melalui pelaksanaan pelatihan komputergratis berharap dapat meningkatkan potensi masyarakat terhadap penguasaanteknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan komputer gratissebagai pemberdayaan masyarakat dan mengetahui faktor pendukung danpenghambat dalam pelatihan komputer gratis.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan datadilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subyek penelitianterdiri dari empat peserta didik, satu tutor, dan sebagai informan yaitu ketuayayasan Kampoeng Pintar dan Tokoh masyarakat. Teknik analisis data dalampenelitian menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, danpenarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa Pelaksanaan pelatihan komputer gratisdi Kampoeng Pintar sebagai pemberdayaan masyarakat, semua masyarakat dapatmengikuti pelatihan komputer gratis dan Tutor merupakan peserta didik yangtelah selesai mengikuti pelatihan komputer, sumber dana dalam pelatihankomputer gratis diperoleh dari swadaya pengurus dan sumbangan sukarela,interaksi antara pendidik dan peserta didik cukup baik, adanya komunikasi dalampelatihan, Selain Tutor bertugas mengajar juga sebagai motivator, materi yangdiberikan sesuai dengan kurikulum SKKNI (Standart Kompetensi Kerja NasionalIndonesia), metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah dan praktek. Faktorpendukung pelaksanaan pelatihan komputer gratis adalah tumbuhnya kesadaranmasyarakat mengenai pentingnya teknologi dan menciptakan motivasi masyarakatuntuk melakukan perubahan. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnyafasilitas atau sarana dan prasarana dalam pelaksanaan pelatihan komputer gratisdan sikap masyarakat yang masih tradisional.Simpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan pelatihan komputer gratissebagai pemberdayaan masyarakat peserta didik lebih ahli dari sebelumnya.Dengan adanya hambatan mengenai sikap masyarakat yang masih tradisionalmemberikan dorongan untuk melakukan suatu perubahan dalam menumbuhkankesadaran masyarakat untuk meningkatkan potensi diri di bidang teknologi. Sarandalam penelitian ini yaitu melengkapi sarana dan prasarana serta membuatsemangat masyarakat untuk mengikuti pelatihan komputer gratis.vi

KATA PENGANTARDengan segala kerendahan hati penulis panjatkan puji dan syukurkehadirat Allah SWT atas rahmat, taufik serta hidayah-Nya, sehingga penulisdapat menyelesaikan skripsi ini sebagai persyaratan guna memperoleh gelarSarjana Strata I bidang Pendidikan Luar Sekolah pada Fakultas Ilmu PendidikanUniversitas Negeri Semarang.Penulis manyadari bahwa tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak, baiksecara langsung maupun tidak langsung, penulisan skripsi ini tidak akan terwujud.Kepada semua pihak yang telah membantu penulisan skripsi ini, penulissampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :1.Prof. Dr. Fakhruddin, M.Pd. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan yang telahmemberikan ijin penelitian.2.Drs. Utsman, M.Pd., Ketua Jurusan Pendidikan Luar Sekolah FIP yang telahmemberikan pengesahan dan persetujuan terhadap judul skripsi yang penulisajukan.3.Dra. Emmy Budiartati, M.Pd., Dosen pembimbing skripsi yang telahmeluangkan waktu, perhatian dan pemikiran kepada penulis sehingga skripsiini dapat selesai dengan baik.4.Seluruh Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Pendidikan Luar Sekolah FakultasIlmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ilmudan pengalamannya kepada penulis.5.Eko Santoso selaku Ketua Yayasan Kampoeng Pintar yang telah memberikanijin penelitian.vii

viii

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL.iPERSETUJUAN PEMBIMBING .iiPENGESAHAN KELULUSAN .iiiPERNYATAAN .ivMOTTO DAN PERSEMBAHAN .vABSTRAK .viKATA PENGANTAR .viiDAFTAR ISI .ixDAFTAR BAGAN .xiDAFTAR LAMPIRAN .xiiBAB 1 PENDAHULUAN1.1Latar Belakang .11.2Rumusan Masalah .51.3Tujuan Penelitian .61.4Penegasan Istilah dan Batasan Masalah .61.5Manfaat Penelitian .7BAB 2 KAJIAN PUSTAKA2.1. Pelatihan2.1.1. Definisi Pelatihan.82.1.2. Tujuan Pelatihan .122.1.3. Tahap-tahap Penyelenggaraan Pelatihan .142.1.4. Prinsip-prinsip Pelatihan.19ix

2.1.5. Komponen Pelatihan .242.2. Pemberdayaan Masyarakat2.2.1. Definisi Pemberdayaan Masyarakat .302.2.2. Tujuan Pemberdayaan Masyarakat .322.2.3. Arti Penting Pemberdayaan Masyarakat .352.2.4. Tahap-tahap Pemberdayaan Masyarakat .382.2.5. Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat .402.2.6. Strategi Pemberdayaan Masyarakat .442.3. Kerangka Berpikir .46BAB 3 METODE PENELITIAN3.1Pendekatan dan Metode Penelitian .483.2Lokasi Penelitian .483.3Fokus Penelitian .493.4Subjek Penelitian .493.5Sumber Data .503.6Teknik Pengumpulan Data .513.7Keabsahan Data .553.8Teknik Analisis Data .57BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN4.1Hasil Penelitian .614.2Pembahasan .81BAB 5 PENUTUP5.1Kesimpulan .855.2Saran .86DAFTAR PUSTAKA .87LAMPIRAN .90x

DAFTAR BAGANBagan 2.1. Kerangka Berpikir. 47Bagan 3.1. Tahapan Analisis Penelitian Kualitatif . 57Bagan 4.1. Struktur Organisasi Kampoeng Pintar . 65xi

DAFTAR LAMPIRAN1.Pedoman Observasi . 912.Pedoman Wawancara . 923.Pedoman Dokumentasi . 1054.Catatan Lapangan . 1065.Hasil Observasi . 1216.Hasil Wawancara . 1227.Hasil Dokumentasi Foto . 1628.Struktur Kepengurusan . 1659.Data Tutor Pelatihan Komputer Gratis . 16610. Data Peserta Didik Pelatihan Komputer Gratis . 16711. Sertifikat Pelatihan Komputer Gratis. 16912. Legalitas Yayasan Kampoeng Pintar . 17113. Surat Izin Penelitian . 17214. Surat Hasil Penelitian . 173xii

BAB 1PENDAHULUAN1.1.Latar BelakangPendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-UndangDasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkankemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabatdalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkanpotensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untukmengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistempendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang sangat cepat dan pesatsaat ini, berpengaruh pada berbagai sistem kehidupan masyarakat. Dampak daricepatnya perubahan tersebut, meningkatkan kepekaan dan kesadaran masyarakatterhadap permasalahan sosial khususnya terhadap pendidikan. Penguasaanteknologi di jaman yang serba cepat ini sudah menjadi tuntutan karena sebagaimana yang diketahui, informasi di daerah atau tempat tertentu sudah dapatditerima dalam hitungan detik. Perkembangan tersebut tentunya membutuhkanSumber Daya Manusia yang mampu mengelola serta memberdayakan dengan1

baik. Untuk bisa bertahan dan bersaing dalam kehidupan sekarang ini dibutuhkansuatu skill yang baik dan ditunjang dengan keterampilan yang baik pula, hal initidak mudah karena diperlukan biaya yang cukup banyak untuk mendapatkansuatu keterampilan yang baik. Memiliki keterampilan yang baik juga sulit untukmendapatkan suatu pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan, karena banyaknyapersaingan yang ada dan juga diperlukan dukungan relasi yang baik.Tinggi rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia sebagai tenagapembangunan antara lain ditandai dengan adanya unsur kreativitas danproduktivitas yang direalisasikan dengan hasil kerja atau kinerja yang baik secaraperorangan maupun kelompok. Sumber daya manusia merupakan potensi yangmerupakan asset dan berfungsi sebagai modal (non material/non finansial) didalam organisasi bisnis, yang dapat diwujudkan menjadi potensi nyata (real)secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan eksistensinya (Nawawi dalamSulistiyani dan Rosidah, 2009:9).Permasalahan yang timbul karena kemajuan teknologi dan ilmupengetahuan yang cepat dan pesat saat ini, berpengaruh juga pada berbagai sistemkehidupan masyarakat. Dampak dari cepatnya perubahan tersebut, meningkatkankepekaan dan kesadaran masyarakat terhadap permasalahan sosial. Penguasaanteknologi di jaman yang serba cepat ini sudah menjadi tuntutan karenasebagaimana yang diketahui, informasi di daerah atau tempat tertentu sudah dapatditerima dalam hitungan detik. Perkembangan tersebut tentunya membutuhkanSumber Daya Manusia yang mampu mengelola serta memanfaatkannya denganbaik. Akan tetapi dalam tuntutannya semua memerlukan biaya yang cukup banyak2

untuk mengejar ketertinggalan dalam kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuansaat ini.Pemberdayaan merupakan serangkaian kegiatan untuk memperkuatkekuasaan dan keberadaan kelompok lemah dalam masyarakat, termasukindividu-individu yang mengalami masalah kemiskinan (Suharto, 2005:59-60).Pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan potensi masyarakatagar mampu meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh wargamasyarakat melalui kegiatan-kegiatan swadaya. Untuk mencapai tujuannya, faktorpeningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal dannonformal perlu mendapat prioritas. Tujuan yang akan dicapai melalui usahapemberdayaan masyarakat, adalah masyarakat yang mandiri, berswadaya, sertamampu mengadopsi inovasi.Permasalahan ini akan dapat diatasi apabila Sumber Daya Manusiamampu menampilkan hasil kerja produktif secara rasional dan memilikipengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang umumnya dapat diperolehmelalui pendidikan atau kualitas lembaga pendidikan. Dengan demikianpendidikan merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas SumberDaya Manusia.Penunjang dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dibutuhkansebuah fasilitas. Maka fasilitas yang diperlukan untuk meningkatkan kapasitasindividu, kelompok atau kelembagaan masyarakat tersebut dapat mendirikanKampoeng Pintar sebagai sumber belajar bagi masyarakat melalui programpendidikan nonformal dan informal. Ditinjau dari fungsinya kedudukan3

Kampoeng Pintar mengembangkan potensi masyarakat dengan beberapa kegiatanyang diselenggarakan di Kampoeng Pintar tersebut.Kampoeng Pintar yang berada di Kota Jepara khususnya di DesaSuwawal Timur Dukuh Tok Songo Kecamatan Pakis Aji merupakan lembagapendidikan dan sosial berbasis IT dan kewirausahaan. Sabagai salah satu pemecahmasalah melalui pelaksanaan pelatihan komputer gratis berharap dapatmeningkatkan potensi diri masyarakat dan perubahan yang dirasakan masyarakatsebelum dan sesudah mengikuti kegiatan di Kampoeng Pintar.Keberadaan Kampoeng Pintar dibutuhkan oleh masyarakat di DesaSuwawal Timur Kecamatan Pakis Aji yang mempunyai jumlah penduduk 5.888jiwa yang terdiri dari laki-laki 2.939 jiwa dan perempuan 2.939 jiwa (Datadinding Desa Suwawal Timur). Kegiatan perekonomian yang utama di desatersebut antara lain industri mebel, perkebunan, pertanian dan peternakan.Berdasarkan jumlah penduduk di Desa Suwawal Timur, mayoritas masyarakatbekerja sebagai buruh tani. Para pemuda sebagian besar bekerja sebagai tukangkayu, dimana mereka kurang aktif dalam meningkatkan sumber daya manusiadesa tersebut.Sebagai salah satu alternatif pemecahan masalah, Kampoeng Pintardidirikan dan dikembangkan dengan visi menyiapkan warga belajar cerdas,berkualitas, maju dan mandiri. Adapun misi yang diembannya adalahmembelajarkan masyarakat dan memasyarakatkan belajar melalui pendekatan:Belajar untuk memperluas pengetahuan, Belajar untuk berkarya atau bekerja,Belajar untuk hidup dalam kebersamaan, Belajar untuk mandiri. Selain itu tujuan4

dari Kampoeng Pintar adalah untuk mencerdaskan dan meningkatkan SumberDaya Manusia masyarakat di Desa Suwawal Timur khususnya dan Jepara padaumumnya, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu. Juga merupakandaerah yang kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah, oleh karena itudengan penuh semangat masyarakat bertekad untuk dapat berkembang. Pengelolamaupun pendiri ingin dapat mengembangkan bibit-bibit muda yang menguasaitekhnologi, cerdas dan berkarakter baik, berguna untuk kehidupan bermasyarakat.Agar sumber daya masyarakat Jepara tidak lemah dalam perkembangan Iptek.Dari latar belakang yang telah dipaparkan. Maka, peneliti tertarik untukmeneliti tentang “Pelatihan Komputer Gratis di Kampoeng Pintar SebagaiPemberdayaan Masyarakat (Studi Kasus di Desa Suwawal Timur, Pakis AjiKabupaten Jepara)”.1.2.Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang di atas peneliti merumuskan masalah dalampenelitian ini sebagai berikut :1.2.1. Bagaimana pelaksanaan pelatihan komputer gratis sebagai pemberdayaanmasyarakat di Kampoeng Pintar?1.2.2. Bagaimana faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan pelatihankomputer gratis di Kampoeng Pintar?1.3.Tujuan PenelitianBerdasarkan rumusan masalah maka tujuan penelitian ini adalah sebagaiberikut:5

1.3.1. Mengetahui pelaksanaan pelatihan komputer gratis sebagai pemberdayaanmasyarakat di Kampoeng Pintar.1.3.2. Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan pelatihankomputer gratis di Kampoeng Pintar.1.4.Penegasan Istilah dan Batasan Masalah1.4.1. Penegasan IstilahUntuk menghindari kesalahpahaman dan dapat dipahami secara tepat danbenar, maka peneliti menjelaskan istilah yang esensial pada judul skripsi ini yaitu:1.4.1.1.PelatihanPelatihan adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yangmenggunakan cara dan prosedur yang sistematis dan terorganisir. Para pesertapelatihan akan mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang sifatnya praktisuntuk tujuan tertentu (Sumantri, 2000:2).1.4.1.2.Pemberdayaan MasyarakatPemberdayaan adalah suatu proses menuju berdaya, atau proses untukmemperoleh daya/kekuatan/kemampuan dari pihak yang kurang atau belumberdaya (Sulistiyani, 2004: 77).1.4.1.3. Kampoeng PintarKampoeng Pintar Jepara merupakan salah satu program pemberdayaanmasyarakat yang berhasil dan memiliki dampak positifbagi masyarakat.Program-program yang ada di Kampoeng Pintar Jepara diantaranya yaituPelatihan Komputer Gratis dan pelatihan wirausaha yang ditujukan untuk semuakalangan tanpa memandang usia dan status.6

1.4.2. Batasan MasalahBerdasarkan dari latar belakang di atas dengan keterbatasan penelitimaka dari banyaknya permasalahan yang dihadapi pada masyarakat, maka yangmenjadi fokus penelitian ini dibatasi pemberdayaan masyarakat melalui pelatihankomputer gratis di Kampoeng Pintar yang terletak di Desa Suwawal Timur, PakisAji Kabupaten Jepara.1.5.Manfaat PenelitianDalam mengadakan penelitian, penulis berharap adanya perolehanmanfaat, baik secara teoritis (keilmuan) maupun secara praktis (terapan).1.5.1. Secara teoritis, penelitian ini dapat memberikan informasi bagi penelitilain dan pengetahuan bagi Jurusan Pendidikan Nonformal tentangPemberdayaan masyarakat di Kampoeng Pintar melalui pelatihanKomputer gratis.1.5.2. Secara praktis, diharapkan Kampoeng Pintar dapat menjadi bahanpertimbangan bagi pengurus Yayasan dan lembaga pemberdayaanmasyarakat agar mengetahui program produktif dan dapat berguna sampaikapanpun sehingga bisa mengentaskan melalui Pemberdayaan masyarakatdi Kampoeng Pintar.7

BAB 2KAJIAN PUSTAKA2.1.Pelatihan2.1.1. Definisi PelatihanIstilah pelatihan merupakan terjemahan dari kata “training” dalambahasa Inggris. Secara harfiah akar kata “training” adalah “train”, yang artinya:(1) memberi pelajaran dan praktek (give teaching and practice), (2) menjadikanberkembang dalam arah yang dikehendaki (cause to grow in a required direction),(3) persiapan (preparation), dan praktik (practice), (Kamil, 2010:3). Pelatihandalam pendidikan non formal dirasa penting bagi masyarakat yang memerlukanbekal pengetahuan, ketrampilan, sikap, pengembangan diri, kecakapan hidup,pengembangan profesi, bekerja dan usaha mandiri (Siswanto, 2011:25).Secara epistomologis, kajian tentang pelatihan dapat dilihat dalampengembangan sistem, model dan pengelolaan pelatihan. Dari segi sistem dapatdipahami bahwa pada umumnya pelatihan memiliki masukan (input), proses dankeluaran (output). Oleh karena itu pelatihan merupakan satuan pendidikannonformal maka sesuai dengan sistem pendidikannya, pelatihan memiliki unsurunsur yang terdiri atas komponen, proses dan tujuan (Sudjana, 2007:5).Pendidikan sebagai ilmu mencakup ilmu pendidikan umum yangmencakup ilmu pendidikan teoritis, praktis, dan terapan. Pelatihan termasukkedalam ilmu pendidikan praktis, atau dalam penerapanya pada situasi ataulayanan khusus tergolong kedalam ilmu pendidikan terapan. Manajemen pelatihan8

menurut pendapat Hersey dan Blanchard (1983), dalam bukunya Magement ofOrganizational Behavior: Utilizing Human Resources, yang mengemukakanbahwa “Management as working together with or through other people,individuals or groups, to accomplish organizational goals” (Sudjana, 2007:6).Menurut pendapat yang telah diungkapkan pelatihan merupakan kegiatan pihakpenyelenggara pelatihan bersama atau melalui orang lain, baik sasiataulembagapenyelenggara pelatihan. Pengelolaan pelatihan dilakukan melalui engorganisasian,pergerakan,pembinaaan, penilaian, dan pengembangan.Menurut Joko Sutarto (2012:4) pelatihan dalam pendidikan nonformalmerupakan penciptaan suatu lingkaran dimana peserta pelatihan mempelajari ataumemperoleh sikap, kemampuan dan keahlian, pengetahuan dan perilaku spesifikyang berkaitan dengan tugas dan pekerjaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsiyang dilakukan dan ditekuninya.Menurut Davis (dalam Sutarto, 2012:3) berpendapat bahwa “pelatihanadalah proses untuk mengembangkan ketrampilan, menyebar luaskan informasidan memperbaharui tingkah laku serta membantu individu atau kelompok padasuatu organisasi agar lebih efektif dan efisien didalam menjalankan pekerjaan.”Dari teori dapat dikatakan bahwa pelatihan diperlukan untuk membantu karyawanatau individu meningkatkan kualitas dalam pekerjaan. Pelatihan merupakanproses pembelajaran yang melibatkan perolehan keahlian, konsep, peraturan, atausikap untuk meningkatkan kinerja karyawan (Simamora, 2006:273). Menurut9

Pasal 1 ayat (9) Undang-undang No.13 Tahun 2003. Tentang Ketenagakerjaan,pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh,meningkatkan, mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikapdan etos kerja pada tingkat keterampilan tertentu sesuai dengan jenjang dankualifikasi jabatan dan pekerjaan.Simamora dalam Mustofa Kamil (2012: 4) mengartikan pelatihan sebagaiserangkaian aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan keahlian-keahlian,pengetahuan, pengalaman, ataupun perubahan sikap seorang individu. Sementaradalam Instruksi Presiden No.15 tahun 1974, pengertian pelatihan dirumuskansebagai bagian pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperolehdan meningkatkan keterampilan diluar system pendidikan yang berlaku, dalamwaktu yang relative singkat, dan dengan menggunakan metode yang lebihmengutamakan praktik daripada teori.Secara axiologis, pelatihan dikaji dari kegunaannya bagi individu,lembaga/organisasi, dan masyarakat.kegunaan bagi individu atau peserta pelatihanadalah terjadinya peningkatan berbagai kemampuan (kompetencies) melaluiperolehan ketrampilan, pengetahuan, sikap dan nilai-nilai baru setelah mengikutipelatihan, yang ditampilkan dalam pelaksanaan tugas atau organisasi adalahtercapainya tujuan-tujuan kelembagaan sebagaimana telah direncanakan olehlembaga atau organisasi penyelenggara pelatihan. Keguanaan bagi masyarakatialah timbulnya pengaruh positif dari kehadiran peserta pelatihan dan lulusanprogram pelatihan yang diharapkan dapat meningkatkan pertisipasinya bagipembangunan masyarakat (Sudjana, 2007:7).10

Secara ontologis, pengertian pelatihan telah dirumuskan oleh para ahli,diantaranya oleh Friedman dan Yarbrough (1985:4) dalam Sudjana (2007:4) yangmenyatakan bahwa, training is a process used by organization to meet their goals.It is called into operation when a discrepancy is perceived between the currentsituation and a preferred state of affairs. The trainer’s role is to facilitatetrainee’s movement from the status quo toward the ideal. Pelatihan adalah upayapembelajaran yang diselenggarakan oleh organisasi (instansi pemerintah, lembagaswadaya masyarakat, perusahaan, dan lain sebagainya) untuk memenuhikebutuhan atau untuk mencapai tujuan organisasi. Keberhasilan suatu pelatihandapat dilihat dari kenyataan atau performansi sumber daya manusia yang terlibatdalam organisasi pada saat ini kepada kenyataan atau performansi sumber dayamanusia yang seharusnya atau yang diinginkan oleh organisasi atau lembaga.Artinya suatu pelatihan itu mampu memberikan keterampilan atau pengetahuanyang dibutuhkan pada masa mendatang dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.Pelatihan merupakan proses yang disengaja atau direncanakan, bukankegiatan yang bersifat kebetulan atau spontan. Pelatihan merupakan proses yangterdiri dari serangkaian kegiatan yang sistematis dan terencana yang terarah padasuatu tujuan (Kamil, 2012:10). Selain itu konsep pelatihan juga diungkapkan olehDearden dalam Mustofa Kamil (2012:7), yang menyatakan bahwa pelatihan padadasarnya meliputi proses belajar mengajar dan latihan bertujuan untuk mencapaitingkatan kompetensi tertentu atau efisiensi kerja. Sebagai hasil pelatihan, pesertadiharapkan mampu merespon dengan tepat dan sesuai situasi tertentu. Seringkali11

pelatihan dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja yang langsung berhubungandengan situasinya.Pelatihan sebagai proses pemberdayaan dan pembelajaran, artinyaindividu/masyarakat harus mempelajari sesuatu (materi) guna meningkatkankemampuan, ketrampilan dan tingkah laku dalam pekerjaan dan kehidupan seharihari dalam menopang ekonominya (Kamil, 2012:151-152).Berdasarkan dari beberapa pendapat dapat disimpulkan bahwa pelatihanadalah tindakan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilanseseorang. Sehingga mampu meningkatkan kompetensi individu dan merupakanbagian dari pendidikan.2.1.2. Tujuan PelatihanTujuan yang secara eksplisit diupayakan pencapaiannya melalui kegiatanpembelajaran adalah instructional effect biasanya itu berupa pengetahuan, danketerampilan atau sikap yang dirumuskan secara eksplisit (Sugandi, 2004: 25).Penyusunan program pelatihan harus dengan tepat dapat membagi ataumengalokasikan waktu untuk setiap mata pelajaran dari total penyelenggaranpelatihan dan tentunya berdasarkan tujuan (Hamzah, 2008: 62). Suatu rumusanyang menunjukkan dan menjelaskan hal yang ingin dicapai. Tujuan tersebutmenunjukkan dan menjelaskan perubahan apa yang harus terjadi dan yang dialamioleh warga belajar (Raharjo, 2005: 11).Dale S. Beach dalam Mustofa Kamil (2012:10) mengemukakan, “Theobjective of training is to achieve a change in the behaviour of those trained”,tujuan pelatihan adalah untuk memperoleh perubahan dalam tingkah laku mereka12

yang dilatih. Sementara itu dari pengertian pelatihan yang dikemukakan Edwin B.Flippo dalam Mustofa Kamil (2012:10), secara lebih rinci tampak bahwa tujuanpelatihan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan seseorang.Sedangkan menurut Moekijat sebagaimana dikutip oleh (Sutarto, 2012: 9) secaraumum pelatihan bertujuan untuk: (a) menambahkeahlian, sehingga pekerjaandapat diselesaikan dengan lebih cepat dan lebih efektif, (b) mengembangkanpengetahuan, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara rasional, dan (c)mengembangkan sikap, sehingga menimbulkan kemauan kerjasama.Berdasarkan jurnal internasional yang dipaparkan oleh World's PoultryScience Journal, Vol. 69 issue 1: “The intensive training is provided at anadvanced level with major emphasis on a case oriented and problem-solvingapproach”. Artinya pelatihan intensif yang diberikan pada tingkat lanjutandengan penekanan utama pada orientasi kasus dan pendekatan pemecahanmasalah. Pendekatan yang berpusat pada pemecahan masalah memuat suatuperencanaan yang berorientasi pada terpecahkannya masalah, mengarahkanpengalaman belajar dalam kehidupan warga belajar sehari-hari, dan memilikimanfaat praktis. (Sutarto, 2012:28).Hal tersebut menjelaskan bahwa pelatihan bertujuan untuk mengarahkanpengalaman belajar dalam kehidupan peserta pelatihan yang mempunyai manfaatpraktis bagi peserta pelatihan agar dapat memecahkan masalah dalamkehidupannya.Secara khusus dalam kaitan dengan pekerjaan, Simamora (1995) dalamMusthofa Kamil (2012:11) mengelompokkan tujuan pelatihan kedalam lima13

bidang, yaitu a) memutakhirkan keahlian para karyawan sejalan denganperubahan teknologi, melalui pelatihan, pelatih memastikan bahwa karyawandapat secara efektif menggunakan teknologi-teknologi baru, b) mengurangi waktubelajar bagi karyawan untuk menjadi kompeten dalam pekerjaan, c) membantumemecahkan permasalahan operasional, d) mempersiapkan karyawan untukpromosi, e) mengorientasikan karyawan terhadap organisasi.Tujuanpelatihandalamra

komputer gratis diperoleh dari swadaya pengurus dan sumbangan sukarela, interaksi antara pendidik dan peserta didik cukup baik, adanya komunikasi dalam pelatihan, Selain Tutor bertugas mengajar juga sebagai motivator, materi yang . Sertifikat Pelatihan Komputer Gratis. 169 12. Legalitas Yayasan Kampoeng Pintar .