Transcription

30BAB IIIMETODE PENELITIAN3.1.Ruang Lingkup PenelitianMetode penelitian menurut Sugiyono (2005) merupakan cara ilmiahuntuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berartikegiatan penelitian ini didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris,dan sistematis. Penelitian ini menggunakan metode survei (kerlinger dalamsugiyono, 2005) yaitu penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupunkecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari populasi yang ada, sehinggaditentukan kejadian-kejadian relatif, distribusi dan hubungan-hubungan antarvariabel sosiologis maupun psikologis.Dalam penelitian ini obyek yang menjadi penelitian penulis adalahperusahaan jasa transportasi Po. Sumber Rejeki di Pacitan. Perusahaan inididirikan tahun 1982 oleh Bapak Boiman yang tidak lain adalah pimpinanperusahaan Po. Sumber Rejeki. Penulis menjadikan perusahaan ini sebagai alokasipenelitian karena beberapa alasan. Pertama, penulis tertarik akan berdirinyaperusahaan ini yang merupakan perusahaan perorangan yang dibangun dari nolsampai berkembang seperti sekarang ini. Kedua, lokasi perusahaan strategis.Perusahaan berada dijalur lintas selatan yang menjadi jalan utama Pacitan – Lorog– Trenggalek.

313.2.Populasi dan Sampel PenelitianPopulasi merupakan sumber asal pengambilan sampel. Sugiyono (2005)memberi pengertian tentang populasi yaitu adalah wilayah generalisasi yangterdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristiktertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarikkesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan bendabenda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyekatau subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yangdimiliki subyek atau obyek itu.Sampel menurut Sugiyono (2005) adalah bagian dari jumlah dankarakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan penelititidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karenaketerbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel,yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu,kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yangdiambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Po. SumberRejeki Pacitan. Jumlah karyawan pada saat data diambil yaitu sejumlah 50 orangkaryawan. Karena jumlah karyawan kurang dari 100 maka pengambilan datadilakukan secara populasi atau menyeluruh.

323.3. Metode Pengambilan DataData menurut Widayat (2004) adalah sejumlah keterangan dari suatuobyek penelitian yang berupa benda atau orang yang merupakan karakteristikuntuk kepentingan penelitian. Dalam mendapatkan sejumlah data yang diperlukanmaka peneliti menarik data dari dua sumber yaitu:1.Data PrimerData primer menurut Bungin (2001) adalah data yang diambil darisumber pertama dilapangan. Dalam penelitian ini yang dijadikan sebagai sumberdata primer adalah Po. Sumber Rejeki di Pacitan. Cara yang digunakan untukmendapatkan data-data tersebut adalah dengan cara menyebarkan questioner daninterview mengenai indikator-indikator tentang keadaan fisik, finansial, maupunsosial. Data primer yang digunakan antara lain:1.1. KuesionerDalam penelitian ini penulis mengambil data dengan menggunakankuesioner. Kuesioner menurut pandangan Sugiyono (2005) adalah merupakanteknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan sejumlahpertanyaan ataupun pernyataan secara tertulis kepada sejumlah responden untukdijawab. Kuesioner dapat berupa pertanyaan ataupun pernyataan yang tertutupataupun terbuka, dapat diberikan secara langsung maupun tidak langsung kepadaresponden. Dalam penelitian ini, kuesioner akan diberikan secara langsung kepadaresponden.Apabila penelitian dilakukan pada lingkup yang tidak terlalu luas,sehingga kuesioner dapat diantarkan langsung dalam waktu tidak terlalu lama,

33maka pengiriman angket kepada responden tidak perlu melalui pos. Denganadanya kontak langsung antara peneliti dengan responden akan menciptakan suatukondisi yang cukup baik, sehingga responden dengan sukarela akan memberikandata obyektif dan cepat.1.2. Interview (wawancara)Wawancara atau interview menurut esterberg (2002) adalah merupakanpertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab,sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Wawancaratidak hanya digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti inginmelakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harusditeliti, tetapi juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yanglebih mendalam.2.Data SekunderData sekunder menurut Sugiyono (2008) adalah sumber data yang tidaklangsung memberikan data kepada pengumpul data. Data sekunder ini diperolehdari dokumentasi perusahaan. Data-data yang diambil berupa data keterangankondisi perusahaan, struktur organisasi, tingkat pendidikan, data jumlahkaryawan, serta kelengkapan lain yang mendukung dalam penelitian ini.3.4.Definisi Operasional VariabelDalam penelitian ini terdapat variabel dependen dan variabel independen,variabel-variabel tersebut adalah sebagai berikut:

343.4.1. Variabel Dependen (Prestasi Kerja)Variabel dependen atau variabel terikat adalah merupakan variabel yangmenjadi akibat adanya variabel independen atau variabel bebas dengan kata lainvariabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi. Dalam penelitian ini variabelterikatnya adalah prestasi kerja karyawan. Indikator dari prestasi kerja antara lain:a) Kualitas KerjaMenurut Wungu dan Brotoharsojo (2003) kualitas adalah segala bentuksatuan ukuran yang terkait dengan mutu atau kualitas hasil kerja dan dinyatakandalam ukuran angka atau yang dapat dipadankan dengan angka.b) Kuantitas KerjaKuantitas kerja menurut Wungu dan Brotoharsojo (2003) adalahmerupakan segala bentuk satuan ukuran yang terkait dengan jumlah hasil kerjadan dinyatakan dalam ukuran angka atau yang dapat dipadankan dengan angka.c) InisiatifInisiatif menurut Mangkunegara (2002), adalah bersemangat dalammenyelesaikan tugasnya, serta kemampuan dalam membuat suatu keputusan yangbaik tanpa adanya pengarahan terlebih dahulu. Oleh karena itu inisiatif adalahsebagai motivator kemajuan suatu organisasi.3.4.2. Variabel Independen (Budaya Organisasi)Variabel independen atau variabel bebas adalah variabel yangmenyebabkan timbulnya variabel terikat, dengan kata lain variabel bebas adalah

35variabel yang mempengaruhi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah budayaorganisasi. Indikator dari budaya organisasi ini antara lain:a. ArtifakArtifak adalah jenis budaya yang bisa dilihat, dirasakan disaat seseorangmemasuki suatu organisasi yang baru dengan budaya yang belum terbiasa.Misalnya seperti peraturan berupa norma-norma, pakaian yang dikenakan, atributyang digunakan, upacara, bahkan bahasa yang digunakan sehari-hari. Dalampenelitian ini sub variabel yang diambil dari artifak adalah norma, seragam, danatribut. Sedangkan upacara tidak terkait didalamnya, karena pada perusahaan initidak ada pelaksanaan upacara.b. ValueValue itu nilai. Adalah hubungan orang-orang didalam sebuah organisasiyang memberikan pandangan terhadap realitas termasuk kedalam nilai yangberupa strategi, tujuan, prinsip atau kualitas secara keseluruhan. Sehingga nilaitersebut menghasilkan terciptanya pedoman perilaku organisasi. Dalam penelitianini, nilai yang mengarah pada strategi, tujuan, prinsip, dan kualitas total dimananilai-nilai tersebut menjadi sub variabel adalah nilai kedisiplinannya, tanggungjawabnya, serta kreatifitas yang dikembangkan.c. Asumsi DasarPada tingkat ini budaya diterima begitu saja, tidak kasat mata dan tidakdidasari. Asumsi ini merupakan reaksi yang bermula dari nilai-nilai yangdidukung. Bila asumsi ini telah diterima maka kesadaran akan menjadi tersisih.Dengan kata lain perbedaan antara asumsi dengan nilai terletak pada apakah nilai-

36nilai tersebut masih diperdebatkan dan diterima apa adanya atau tidak. Dalamperusahaan ini asumsi yang diterima antara lain adalah motivasi, kepercayaan, dankeyakinan.3.5. Alat Ukur Penelitian dan Teknik SkalaPengukuran skala pada variabel yang akan diteliti yaitu dengan skalaLikert. Skala Likert menurut Indriantoro dan Supomo (1999) adalah merupakanmetode yang mengukur sikap dengan menyatakan setuju atau ketidaksetujuannyaterhadap subyek, obyek atau kejadian tertentu. Skala Likert umumnyamenggunakan lima angka penelitian, yaitu: (1) sangat setuju, (2) setuju, (3) netral,(4) tidak setuju, (5) sangat tidak setuju. Urutan setuju atau tidak setuju dapatdibalik mulai dari sangat tidak setuju sampai dengan sangat setuju.Skala Likert ini memperlihatkan alternatif yang akan digunakan dalampenyusunan kuesioner terhadap variabel independen dan variabel dependen, yaitu:a. Skor 1 Sangat Tidak Setujub. Skor 2 Tidak Setujuc. Skor 3 Netrald. Skor 4 Setujue. Skor 5 Sangat SetujuSkala Likert ini kemudian mengukur individu yang bersangkutan denganmenambah bobot dari jawaban yang dipilih. Nilai rata-rata dari masing-masingresponden dapat dikelompokkan dalam kelas interval dengan jumlah kelas samadengan lima, sehingga intervalnya dapat dihitung sebagai berikut:

37 0,8Dari hasil informasi tersebut dapat ditentukan skala distribusi kriteriapendapat responden sebagai berikut:a. Nilai sebesar 1,00 – 1,79 menunjukkan pengaruh budaya organisasisangat rendah.b. Nilai sebesar 1,80 – 2,59 menunjukkan pengaruh budaya organisasirendah.c. Nilai sebesar 2,60 – 3,39 menunjukkan pengaruh budaya organisasicukup tinggi.d. Nilai sebesar 3,40 – 4,19 menunjukkan pengaruh budaya organisasitinggi.e. Nilai sebesar 4,20 – 5,00 menunjukkan pengaruh budaya organisasisangat tinggi.3.6. Metode Analisis Data3.6.1.Uji ValiditasValiditas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkatkevalidan atau kesahihan suatu instrumen. (Prof. Dr. Suharsimi Arikunto, 2002).Suatu instrumen yang valid atau sahih memiliki validitas tinggi. Sebaliknyainstrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Uji validitasmenunjukkan sejauhmana alat pengukur itu mengukur apa yang akan diukur.Validitas menunjukkan sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur

38dalam melaksanakan fungsi ukur. Teknik yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode korelasi Product Moment Pearson. Teknik ini dilakukan dengancara mengkorelasikan masing-masing item pertanyaan dengan skor total ataukeseluruhan.Cara menguji validitas adalah dengan menghitung korelasi atau skoryang diperoleh pada masing-masing item dengan skor totalnya. Skor total inimerupakan hasil yang diperoleh dari hasil penjumlahan semua item skor. Rumuskorelasi yang digunakan menurut Arikunto (2002) yang dikemukakan olehPearson yang dikenal dengan rumus korelasi product moment sebagai berikut: { [}{ }dimana:: koefisien korelasi product moment (r hitung)x: nilai dari tiap butiry: nilai total butirn: jumlah sampelSebagai tolok ukur dalam menentukan suatu instrumen itu valid atautidak adalah apabila r hitung r tabel maka dinyatakan valid dan apabila r hitung r tabel maka dinyatakan tidak valid.

393.6.2. Uji Reliabilitas.Menurut Prof.Dr. Suharsimi Arikunto (2002) reliabilitas adalah sesuatuinstrumen yang cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpuldata karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang sudah dapat dipercaya,yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Suatu instrumenpengukuran dikatakan reliabel jika pengukurannya konsisten dan cermat akuratjadi uji reliabilitas adalah uji instrumen yang dilakukan dengan tujuan untukmengetahui konsistensi sebuah instrumen sebagai alat ukur sehingga hasilpengukuran dapat dipercaya. Dalam penelitian ini uji reliabilitas dilakukan denganmenggunakan Cronbach’s alpha. Kuesioner dapat dikatakan reliabel jikamempunyai alpha lebih dari 0,5. Adapun rumus cronbach’s alpha yang digunakanadalah sebagai berikut:Rumus Alpha (Arikunto, 2002) :][ [ ]Keterangan :: Reliabilitas instrument: Banyaknya butir pertanyaan atau soal tb22: Jumlah varians butir:Varians totalDengan umus va ians : σ2 –( )

403.6.3. Analisa Regresi Linier BergandaAnalisis regresi linear untuk lebih dari dua variabel disebut analisisregresi linear berganda (Drs. Djarwanto PS dan Drs. Pangestu Subagyo, M.B.A).Adapun persamaan dari regresi linier berganda adalah sebagai berikut :Y merupakan variabel yang akan diramalkan, sadangkan X1, X2, X3adalah variable yang diketahui yang dijadikan dasar dalam membuat ramalantersebut, dimana :Y: prestasi kerja karyawan: artifak: value: asumsi dasar: koefisien regresi: koefisien regresi: koefisien regresi: variabel pengganggu3.6.4. Analisa Korelasi BergandaKorelasi (correlation) adalah salah satu teknik statistik yang digunakanuntuk mencari hubungan antara dua variable atau lebih yang sifatnyakuantitatif.Korelasi berganda (multiple correlation) adalah merupakan alat ukuruntuk melihat pertautan antara varibel dependen (Y) dengan beberapa variabel

41independen (X) secara bersama-sama atau serempak. Adapun formula untukkorelasi berganda (Sugiyono, 2005: 183) adalah sebagai berikut : Dimana :Y: variabel dependen Y yang menunjukkan prestasi kerja karyawanx1: artifakx2: valuex3: asumsi dasarb1: koefisien korelasi x1b2: koefisien korelasi x2b3: koefisien korelasi x3Hasil penelitian dalam perumusan diatas dapat diklarifikasikan sebagaiberikut: Jika r 0, maka hubungan antara kedua variabel-variabel dikatakanlemah atau tidak terdapat hubungan sama sekali. Jika r 1, maka korelasi antara variabel dikatakan positif dan sangatkuat sekali. Jika r -1, maka korelasinya sangat kuat dan negatif.

423.6.5. Uji T ( uji parsial )Uji T digunakan untuk menguji tingkat signifikan dari pengaruh variableindependen secara parsial terhadap variable dependen.Uji dilaksanakan denganlangkah membandingkan T hitung dengan T tabel.Rumus t hitung (Ridwan, 2010) adalah sebagai berikut:t hitung: Dengan derajat kebebasan/ db n – 2Keterangan:thitung : nilai tr: nilai koefisien korelasin: jumlah sampelKriteria pengujiannya adalah apabila t hitungt tabel maka H0 ditolakHa diterima, artinya ada pengaruh antara variabel budaya organisasi terhadapprestasi kerja karyawan, dan apabila t hitungt tabel maka H0 diterima, Haditolak artinya tidak ada pengaruh antara variabel budaya organisasi terhadapprestasi kerja karyawan.3.6.6. Uji F ( uji serentak )Uji F digunakan untuk menguji tingkat signifikan dari pengaruh variableindependen secara serempak terhadap variable dependen.Uji dilaksanakan denganlangkah membandingkan nilai dari F hitung dengan F tabel. Jika F hitung lebihbesar dari F tabel berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara variabelindependen terhadap variabel dependen. Demikian juga sebaliknya jika F hitung

43lebih kecil dari F tabel berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antaravariabel independen terhadap variabel dependen. Adapun rumus yang digunakan(Sugiyono, 2003) adalah berikut :Rumus :Dengan derajat kebebasan / db n – k – 1Keterangan:: nilai F yang dihitung: nilai koefisien korelasi ganda: jumlah sampel: jumlah predictorPenolakan hipotesa atas dasar signifikan pada taraf nyata 5% (tarafkepercayaan 95%). Adapun hipotesis statistiknya adalah :- Ho b1 b2 b3 0, berarti tidak ada pengaruh yang signifikan secarabersama-sama variabel bebas terhadap variabel terikat.- Ha b b2 b3 0, be a ti ada pengaruh yang signifikan secarabersama - sama variabel bebas terhadap variabel terikat.

Skala Likert umumnya menggunakan lima angka penelitian, yaitu: (1) sangat setuju, (2) setuju, (3) netral, (4) tidak setuju, (5) sangat tidak setuju. Urutan setuju atau tidak setuju dapat dibalik mulai dari sangat tidak setuju sampai dengan sangat setuju. Skala Likert