Transcription

Modul PraktikumNAMA :.NIM/KELAS :.ASISTEN :.TEKNOLOGIPERBANYAKANTANAMANGeneratif & VegetatifELVIRA SARI DEWI, S.P., M.S (koord)Dr. Ir. Rd. SELVY HANDAYANI, S.P., M.SiROSNINA, S.P., M.PPROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGIFAKULTAS PERTANIANUNIVERSITAS MALIKUSSALEH2016

KATA PENGANTARAlhamdulillah.Modul ini dimaksudkan sebagai pegangan pelaksanaan praktikummata kuliah Teknologi Perbanyakan Tanaman pada Program StudiAgroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh.Modul praktikum ini berisi petunjuk pelaksanaan perbanyakansecara generatif melalui biji dan perbanyakan secara vegetatifmelalui stek, penyambungan, okulasi, dan kultur jaringan. Sebagaitambahan, penuntun ini juga berisi petunjuk tugas praktikumuntuk individu.Diharapkan dengan adanya modul ini, selain sebagai petunjukpelaksanaan juga dapat menjadi sumber literatur terutama bagimahasiswa yang mengambil mata kuliah Teknologi PerbanyakanTanaman ini.Aceh Utara, Februari 2016Koordinator Praktikumi

DAFTAR ISIKata Pengantar . iDaftar Isi . iiTata Tertib Praktikum . iiiModul 1 Perbanyakan Secara Generatif . 6Modul 2 Perbanyakan Secara Vegetatif . 131.2.3.4.5.Stek . 14Penyambungan (Grafting) . 20Okulasi (Budding) . 23Cangkok (Air layering) . 28Merunduk (Layering) . 30Modul 3 Kultur Jaringan . 32Modul 4 Praktikum Individu . 37Daftar Pustaka . 42Contoh Laporan Akhir . 43ii

TATA TERTIB PRAKTIKUM TEKNOLOGI PERBANYAKANTANAMANA. Ketentuan Sebelum Praktikum--Praktikan datang tepat waktu, bagi yang terlambat lebih dari15 menit tidak diperkenankan mengikuti praktikum pada hariitu.Setiap kali praktikum, praktikan membawa jas lab danpetunjuk praktikum.Sebelum masuk ruang praktikum, praktikan menyerahkanlaporan praktikum sementara.B. Ketentuan Selama Dan Sesudah Praktikum---Setelah praktikum, setiap kelompok membereskan semua alatyang dipakai dan mengembalikannya pada laboran sesuaidengan jumlahnya.Setiap praktikan atau kelompok mengganti alat yang rusakatau hilang selama dipakai atau dipinjam sebelum ujian akhirpraktikum (UAP).Post test/pre test diadakan sebelum atau sesudah praktikumHasil pengamatan selama praktikum dilaporkan segera setelahpraktikum selesai hari itu sebagai laporan sementara. Untukpengamatan yang melibatkan kelompok lain (kolektif) setiapkelompok harus menempelkan hasil pengamatannya di papanpengumuman yang telah disediakan.C. Laporan Praktikum dan Tugas-Laporan praktikum dikerjakan di rumah dan dikumpulkan 1(satu) minggu setelah pengamatan terakhir dilakukan,Dikumpulkan secara kolektif menurut asisten yangmembimbing pada saat praktikumiii

--Laporan sementara praktikum boleh ditulis tangan dengansyarat tulisan harus rapi, dan asisten berhak mengembalikanlaporan tsb jika laporan dianggap tidak layak untukdikumpulkan dan dikoreksi.Laporan dan tugas yang diberikan dikumpulkan tepat waktu,keterlambatan dalam mengumpulkan akan dikenai sanksipengurangan nilai.D. Tidak Dapat Mengikuti Praktikum--Praktikan yang dengan terpaksa tidak dapat mengikutipraktikum yang sudah dijadwalkan pada kelompoknya, harusmelapor ke koordinator asisten untuk mendapatkan ijinmengikuti praktikum pada kelompok lain.Praktikan yang tidak dapat mengikuti praktikum sampai 2(dua) kali tanpa keterangan dianggap mengundurkan diri danpraktikumnya dianggap gugur.E. Mengikuti Praktikum pada Kelompok Lain--Mahasiswa yang mengikuti praktikum pada kelompok lainharus sudah seijin asisten kelompok yang diikuti, setelahsebelumnya sudah melapor ke asisten kelompok asal, dantelah mengkonfirmasi pada koordinator asisten.Praktikan yang sudah selesai mengikuti praktikum padakelompok lain, melapor kembali pada asisten kelompok asaldan menyerahkan laporan pada asisten kelompok asal.F. Mahasiswa Dilarang-Membawa buku laporan praktikum mahasiswa angkatansebelumnya kedalam ruang praktikum.Makan, minum dan merokok di dalam ruang praktikum.G. Hal-hal lain yang belum tercantum dalam tata tertib ini diaturkemudianiv

6MODUL 1PERBANYAKAN SECARA GENERATIFPendahuluanTanaman berkembangbiak secara seksual ataugeneratif dan aseksual atau vegetatif. Perbanyakan secarageneratif melibatkan organ tanaman berupa biji. Bijimerupakan bagian tanaman yang terbentuk setelahterjadinya proses fertilisasi, suatu proses peleburan gametjantan dan betina. Peranan biji menjadi penting dalamperbanyakan karena adanya embrio.Perbanyakan melalui biji memberikan beberapakeuntungan, diantaranya adalah 1) sistem perakaran yangkuat, 2) masa produktif lebih lama, 3) lebih mudahdiperbanyak, 4) lebih tahan terhadap penyakit yang berasaldari tanah, 5) memiliki keragaman genetik yang lebih tinggi.Kekurangan dari perbanyakan ini adalah 1) waktu berbungalebih lama, 2) anakan berbeda dengan induknya.TujuanPraktikum ini bertujuan untuk:1. Mempelajari teknik perbanyakan secara generatifmelalui biji.2. Mengetahui keuntungan dan kerugian perbnayakansecara vegetatif melalui biji.Bahan dan Alat:-Biji tanaman mangga (Mangifera indica); durian (Duriozibethinus L), kakao (Theobroma cacao), dan rambutan(Nephelium lappaceum).

7-PolybagTanahPasirKompos/ pupuk kandangPelaksanaan:1. Persiapan bahan tanaman- Biji dikeluarkan dari buah, kemudian dibersihkan darisisa daging agar tidak tumbuh jamur dan dicuci.Seleksi biji berdasarkan penampilan fisiknya(keseragaman bentuk, kepadatan biji, tidak cacat).- Biji-biji direndam, pilih biji yang tenggelam untukdiperbanyak.- Kemudian rendam biji dalam larutan fungisidaDithane dengan dosis 2-3 g/l atau berdasarkanpetunjuk label.2. Persiapan media tanam- Gunakan tanah bagian topsoil yang telahdibersihkan. Campurkan dengan pasir dan pupukkandang/kompos (1:1:1).- Media diisi dalam polybag yang telah disiapkan.Diamkan media selama satu minggu.3. Penanaman- Biji ditanam dalam polybag yang telah disiapkan.- Biji dibenamkan dan ditutup dengan media tanam.4. Pemeliharaan- Media disiram sampai kapasitas lapang. Penyiramandilakukan sebanyak dua kali sehari.

85. Naungan- Media yang telah ditanami diletakkan dalamnaungan atau tempat yang terlindung dari hujan danmatahari langsung.6. PengamatanPengamatan dilakukan pada 1 minggu setelah tanam(mst) dan dilanjutkan dengan interval satu minggu sekali,meliputi:- Waktu berkecambah- Waktu keluarnya daun sejati- Jumlah daun- Tinggi tanaman- Diameter batangKhusus untuk kakao1. Persiapan bahan tanaman- Pilih pohon induk yang sehat dan kuat, produktivitastinggi, berumur 12-18 tahun.- Ambil buah yang sudah masak sempurna (kuningatau merah). Buah dipecahkan dan diambil bijinya.- Gunakan biji yang terletak di bagian poros atautengah buah. Dalam satu buah, hanya digunakan 2025 biji saja.- Bersihkan lendir (pulp) yang melekat pada bijidengan abu gosok atau serbuk gergaji.- Kemudian diremas dengan tangan dan dicucimenggunakan air mengalir.- Anginkan hingga kering selama 1 hari.- Setelah kering, biji siap dikecambahkan.

92. Persiapan tempat pembibitan- Buat bedengan persemaian dengan ukuran lebar 1 mx 2 m dengan arah membujur utara-selatan.- Bersihkan tempat bedengan dari gulma dan sisa-sisaperakaran.- Tanah dicangkul sedalam 30 cm untuk kemudiandigemburkan, dihaluskan, dan diratakan.- Pada lapisan tanah yang sudah rata itu kemudianditambahkan pasir setebal 5 cm. Penggunaan pasirdimaksudkan agar akar kecambah kakao lebihmudah dicabut saat pemindahan ke polibag.- Buat naungan pada bedengan untuk menghidarkansemaian dari teriknya sinar matahari atau tetesan airhujan secara langsung. Naungan dibuat dari daunkelapa, daun tebu, atau dari anyaman daun alangalang.3. Penyemaian benih- Rendam benih dalam larutan fungisida untukmenghindari tumbuhnya jamur.- Benih kemudian diletakkan di lapisan pasir denganposisi bagian yang rata menghadap ke bawah.- Benih ditekan ke dalam lapisan pasir sehingga kirakira sepertiga bagian benih terbenam dalam mediapasir.- Benih disemai secara berjajar dengan jarak 2,5 x 5cm.- Setelah benih selesai disemai, bedengan kemudiandisiram dengan air untuk kemudian ditutup dengandaun alang-alang kering yang sudah dicelupkan kedalam larutan fungisida.

10-Semaian benih disiram setiap bagi dan sore dansetelah 4-5 hari di persemaian, benih kakao akanmulai berkecambah dan harus segera dipindahkan kepembibitan polibag.4. Penyiapan media tanam- Setelah benih kakao berkecambah, benih harussegera dipindahkan ke polybag (ukuran 20 cm x 30cm, tebal 0,08 mm).- Polibag ini kemudian diisi dengan media tanamberupa campuran tanah top soil, pupuk kandang,dan pasir yang telah diayak dengan perbandingan2:1:1. Pengisian media tanam dilakukan hingga 1-2cm dari tepi batas atas polibag.- Susun polibag yang telah diisi di bawah naungan yangtelah disiapkan. Polibag disusun dengan pola segitigasama sisi dengan jarak 60 x 60 x 60 cm.- Siram polibag hingga kapasitas lapang.5. Pemindahan kecambah- Pindah kecambah setelah 4-5 hari di persemaian- Benih-benih ini harus segera dipindahkan ke polibagyang sudah disiapkan. Dalam kegiatan ini, seleksiterhadap kecambah perlu dilakukan untukmendapatkan bibit yang berkualitas.- Kecambah-kecambah yang akarnya bengkok,pertumbuhannya lambat, dan kecambah yang sudahtumbuh lebih dari 14 hari harus dipisahkan.- Pemindahan kecambah dilakukan dengan hati-hatiagar akar tunggang tidak putus.- Gunakaan solet bambu saat pengambilan kecambah.

11--Kecambah yang telah diambil kemudian ditanamdalam media tanam di polibag yang sudah dilubangisedalam jari telunjuk. Akar tunggang kecambahsebisa mungkin diusahakan agar dapat berdiri lurusdalam lubang tersebut.Selanjutnya lubang ditutup dengan media untukkemudian dibiarkan hingga dapat beradaptasidengan lingkungannya yang baru.6. Pemeliharaan bibit- Kegiatan pemeliharaan bibit meliputi penyiraman,pemupukan, dan pengendalian hama penyakit.- Saat musim kemarau, penyiraman dilakukan 2 kalisehari pada pagi dan sore hari, sedangkan saatmusim hujan penyiraman disesuaikan dengankeadaan media tanam dalam polibag.- Pemupukan pada bibit kakao dilakukan setiap 14 harisekali sampai bibit berumur 3 bulan. Pemupukandilakukan dengan pupuk urea yang telah dilarutkandalam air. Larutan pupuk urea dibuat dengankonsentrasi 1%, ini berarti dalam 1 liter larutanterkandung pupuk urea sebanyak 10 gram.Setiapbibit disiram larutan pupuk hingga 100 ml. Setelahpenyiraman pupuk, bibit perlu disiram kembalimenggunakan air bersih agar larutan pupuk ureayang menempel pada bagian tanaman luruh.- Pengendalian hama penyakit pada pembibitan kakaodilakukan tergantung pada kondisi serangan. Jikahama dan penyakit seperti kutu putih, aphis,kumbang kecil, atau cendawan pembusukmenyerang bibit, pengendalian dapat dilakukandengan aplikasi insektisida sesuai dosis.

12-Setelah 3 bulan, bibit kakao telah memiliki minimal18-24 helai daun, diameter batang sekitar 8 mm, dantinggi 50 – 60 cm. Bibit ini sudah siap ditanam ataudiokulasi dan disambung untuk memperbaiki kualitasbibit kakao yang dihasilkan.

13MODUL 2PERBANYAKAN TANAMAN SECARA VEGETATIFPerbanyakan tanaman merupakan serangkaian kegiatanyang diperlukan untuk menyediakan materi tanaman baikuntuk kegiatan penelitian maupun program penanamansecara luas. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan caravegetatif. Prinsip perbanyakan vegetatif adalah merangsangtunas adventif yang ada di bagian-bagian tersebut agarberkembang menjadi tanaman sempurna yang memilikiakar, batang, dan daun sekaligus. Modul 2 ini merupakanlanjutan dari modul 1 memberikan penjelasan dan petunjuktentang teknik perbanyakan tanaman secara vegetatifmelalui teknik penyambungan (mengenten), merunduk(layering), penempelan mata tunas (okulasi), pencangkokan(air layering) dan kultur tissue (tissue culture).Perbanyakan vegetative memiliki beberapa keuntungananatara lain,Praktikum ini bertujuan untuk:1. Mempelajari teknik perbanyakan yang menggunakanorgan/bahagian vegetatif suatu tanaman.2. Mengetahui keuntungan dan kerugian perbanyakansecara vegetatif.Keuntungan Teknik Pembiakan Vegetatif-Memanfaatkan potensi variasi secara genetik totaluntuk meningkatkan produksi, yakni denganpenerapan teknik pembiakan vegetatif kinerjagenotif yang baik dari induknya akan dapat diulangisecara konsisten pada keturunannya.

14-Sifat tanaman baru akan sama persis denganinduknyaLebih cepat berproduksiKerugian Teknik Pembiakan Vegetatif--Tanaman yang berasal dari stek ataupunmencangkokumumnyamempunyaisistemperakaran yang kurang an sedikit keturunan.Bila tanaman hasil reproduksi vegetatif dipotongranting-rantingnya maka dapat menyebabkanmenurun pertumbuhannya.Beberapa metode dalam perkembangan vegetatif, yaitu:1. STEKPendahuluanPerbanyakan melalui stek dapat menggunakan sebagianbatang, akar atau daun untuk ditumbuhkan menjaditanaman baru. Metode perbanyakan buatan ini memberikanbeberapa keuntungan, yaitu lebih ekonomis, mudah dalampelaksanaan dan tidak memerlukan keterampilan khusus.Keberhasilan stek dipengaruhi salah satunya oleh jenistanaman. Tanaman yang mudah berakar keberhasilan akanlebih besar dibandingkan dengan tanaman yang sulitberakar. Keberhasilan dapat ditandai dengan adanyaregenerasi akan dan pucuk pada bahan stek.TujuanPraktikum ini bertujuan:

151. Mempelajari teknik perbanyakan secara stek melaluibatang, daun, akar dan umbi.2. Mengetahui kelebihan dan kelemahan perbanyakansecara stek.Stek BatangBahan dan alat:-Bagian batang tanaman seperti cemara, nilam(Pogostemon cablin).Pisau atau gunting stekPolybagTanahPasirPupuk kandang atau sekamHormon tumbuhPelaksanaan:1. Persiapan bahan tanaman- Pilih tanaman induk yang sudah cukup tua dan sehat.Kemudian potong bagian tanaman yang akan distekmenggunakan pisau tajam. Bagian stek harusmemiliki 3-4 mata tunas bagi tanaman bertunas atau15-20 cm.- Potong miring bagian bawah stek untuk memperluasdaerah perakaran.- Untuk stek batang nilam, semua daun dibuang danbatang yang sudah mengeras dan tidak bengkok.2. Persiapan media

16-Tanah dicangkul dan diremahkan. ekam (1:1:1). Media yang telahtercampur dimasukkan ke dalam polybag yang telahdisediakan.3. Penanaman- Sebelum penanaman, bahan stek direndam dalamhormon perangsang pertumbuhan akar sesuai dosisanjuran.- Bahan stek ditanam dengan arah mata ke atas, agakmiring dan kedalaman sekitar 8-12 cm.4. Pemeliharaan- Media disiram sampai kapasitas lapang. Penyiramandilakukan sebanyak dua kali sehari.5. Naungan- Media yang telah ditanami diletakkan dalamnaungan yang telah disediakan.- Naungan dapat dibuka saat tanaman berumur 30hari setelah tanam dengan cara melubangi plastiknaungan sedikit demi sedikit terlebih dahulusebelum akhirnya naungan dibuka secarakeseluruhan.6. PengamatanPengamatan dilakukan pada 1 minggu setelah tanam(mst) dan dilanjutkan dengan interval satu minggu sekali,meliputi:- Persentase stek hidup- Waktu tumbuh tunas baru- Jumlah tunas baru- Panjang tunas baru

17Stek DaunBahan dan alat:-Daun tanaman sansevieraPisauPolybagTanahPasirPupuk kandang atau sekam atau komposHormon tumbuhPelaksanaan:1. Persiapan bibit- Bahan tanam dipotong 10 – 15 cm, pada bagianbawah dipotong miring 450.2. Persiapan media- Siapkan media dengan campuran tanah, pasir dankompos (2:1:1) dan masukkan dalam polibag .3. Penanaman- Stek ditancapkan ke media sedalam 3 – 5 cmkemudian diletakkan di bawah naungan atau ditutupdengan kantung plastik untuk menjaga kelembaban.4. Pemeliharaan- Stek yang sudah ditanam harus dijaga kelembabandengan cara penyiraman setiap dua kali sehari.

185. PengamatanPengamatan dilakukan pada 1 minggu setelah tanam(mst) dan dilanjutkan dengan interval waktu satu minggusekali, meliputi:- Persentase stek hidup- Waktu tumbuh tunas baru- Jumlah tunas baru- Panjang tunas baruStek AkarBahan dan alat:-Akar tanaman Psidium guajava (jambu biji), Artocarpuscommunis (sukun), atau Citrus sp (jeruk)PisauTanahPasirPupuk kandang atau sekam atau komposHormon tumbuhPelaksanaan:1. Persiapan bibit- Bahan tanaman diambil dari tanaman induk dengancara menggali lubang di sekeliling batang pohoninduk.- Potong akar lateral yang berdiameter sekitar 1 cmdengan panjang 5-10 cm. Bagian akar yang dekatdengan pangkal dipotong secara serong/miring.- Bagian dekat ujung akar dipotong datar atau lurus.Hal ini sebagai tanda sehingga posisi tidak terbalik.

192. Persiapan media- Siapkan media dengan campuran tanah, pasir dankompos (2:1:1) atau hanya dengan pasir saja danmasukkan dalam wadah semai (talam).3. Penanaman- Stek ditanam sedalam setengah panjang stekkemudian diletakkan di bawah naungan atau ditutupdengan kantung plastik untuk menjaga kelembaban.4. PengamatanPengamatan dilakukan pada 1 minggu setelah tanam(mst) dan dilanjutkan dengan interval waktu satu minggusekali, meliputi:-Persentase stek hidupWaktu tumbuh tunas baruJumlah tunas baruPanjang tunas baruStek UmbiBahan dan alat:-Umbi tanaman Ipomoea batatas (ubi jalar)PisauPolybagTanahPasirKomposPelaksanaan:1. Persiapan bibit- Pilih umbi yang sudah memiliki calon tunas.

20-Potong umbi berdasarkan jumlah calon mata tunasyang dimiliki, tiap bagian harus memiliki 2-3 calonmata tunas.2. Persiapan lahan- Olah tanah sampai gembur dan dibiarkan selamalebih kurang 1 minggu.- Buat guludan dengan lebar 60 cm, tinggi 30-40 cm,jarak antar guludan 70-100 cm dan panjang 200 cm.3. Penanaman- Bibit dibenamkan kira-kira 2/3 bagian kemudianditimbun tanah dan disiram dengan jarak 30 x 30 cm.4. Pemeliharaan- Pemeliharaan meliputi penyiraman, penyiangan danpencegahan dari serangan hama dan penyakit.5. PengamatanPengamatan dilakukan pada 1 minggu setelah tanam(mst) dan dilanjutkan dengan interval waktu satu minggusekali, meliputi:- Persentase stek hidup- Waktu tumbuh tunas baru- Jumlah tunas baru- Panjang tunas baru2. PENYAMBUNGAN (GRAFTING)- Grafting adalah penyambungan 2 jaringan tanamanhidup sedemikian rupa sehingga keduanyabergabung dan tumbuh serta berkembang sebagaisatu tanaman gabungan.

21--Perbanyakan secara grafting biasanya dipilih denganpertimbangan untuk memperbanyak tanaman yangtidak bisa atau sukar diperbanyak dengan caravegetativ lainnya. Tetapi mudah dilakukan dengapenyambungan. Misalnya pada belimbing, mangga,manggis jeruk dan durian.Kemiringan potongan kurang lebih 45 . Diameterbatang atas harus sesuai dengan diameter batangbawah. Kedua sambungan itu diikat dengan kuat.Diusahakan agar tidak terjadi infeksi. Buah yangdihasilkannya akan sama dengan buah yangdihasilkan pohon asalnya.Teknik Pelaksanaan :---Cari tumbuhan subur. Batang bawah berdiameterlebih besar daripada batang atasCarilah tumbuhan kedua yang siap diambil tunasnyaGunakan pisau steril dan tajam untukmemotong tunas/pucuk tanaman yang keduadengan panjang 5cm, bentuklah ujung tunas yangdipotong menyerong kiri-kanan (bentuk V terbalik)agar dapat diselipkan secara tepat pada batangbawah.Potonglah pula tunas tanaman yang akan ditempel,ujung yang akan ditempel (calon batang bawah)dipotong berbentuk huruf vIkat tempelan dengan tali rafia secara seksama.Bungkuslah sambungan tadi denganplastiktransparan untuk menghindari sinar mataharilangsung, usahakan sambungan jangan terkena airdan bagian tengahnya longgar agar tunas tidakterganggu.

22--Untuk mengurangi penguapan dan mempercepattumbuhnya tunas, sisakan 2-4 helai daun pada batasatas; dan potong daun tersebut menjadisetengahnya atau pangkas semua daun.Setelah kira-kira dua minggu kemudian periksalah.Apabila daun tampak segar berarti penyambunganberhasil.Perhatikan gambar 1:Batang bawah dipotongsetinggi 20-25 cm di ataspermukaan tanah.Batang bawah dibelahmembujur sedalam 2-2,5 cmCara penyambungan ModelHuruf VKedua pangkal entres disayatsepanjang 2-2.5 cm hinggamenyerupai huruf “ V “ /bajiBatang atas dimasukkan ke dalam belahan batangbawah. Perhatikan agar kambium entres bisa bersentuhan

23dengan kambium batang bawah. Ikat dengan para-filematau tali rafia. Sungkup dengan kantong plastik bening dankemudian ditempatkan di bawah naungan agar terlindungdari panasnya sinar matahari langsung. Setelah sambunganberumur 2-3 minggu, sambungan telah bertunas dansungkup plastik boleh dibuka.3. OKULASI (BUDDING)Okulasi (menempel, budding) adalah salah satu teknikperbaikan kualitas tanaman secara vegetatif buatan yangdilakukan dengan menempelkan mata tunas dari tanamanyang unggul ke batang tanaman lainnya.Okulasi bertujuan menggabungkan 2 sifat unggul darimasing-masing bagian tanaman yang diokulasikan yakni sifatunggul batang bawah (contohnya perakaran yang kuat) dansifat unggul dari tanaman entres (buah yang lebat).Tujuan :1. Mempelajari teknik perbanyakan secara okulasi yaitumenggabungkan dua sifat tanaman yang memiliki ciri-ciri(karakteristik) melalui penyisipan mata tunas tanamanyang memiliki sifat yang diinginkan.2. Mengetahui kelebihan dan kelemahan perbanyakansecara okulasi.3. Syarat tanaman dapat diokulasi yaitu :a. Tanaman tidak sedang Flush (sedang tumbuh daunbaru)

24b. Antara batang atas dan batang bawah harus memilikiumur yang sama.4. Tanaman harus masih dalam satu family atau satu genus.5. Umur tanaman antara batang atas dan batang bawahsama.6. Pada klon yang dijadikan batang bawah memilikiperakaran yang kuat/kokoh, (6) Batang atas atau entrestanaman harus memiliki kualitas seperti hasil tinggipertumbuhan yang cepat, dan tahan terhadap penyakit.Hal-hal yang perlu diketahui pada saat melakukan Okulasi1. Memilih mataMata tunas yang dipilih harus yang berpotensi tumbuh.Pada tanaman jambu dan mangga, pilih mata tunas yangsudah keluar tunas kecil. Tak boleh ada kayu yangtertinggal di kulit mata tempel. Supaya mudah dalammembuat sayatan, potong cabang yang akan diambilmata tempelnya. Siapkan dulu mata tempel dari cabangatas. Baru kemudian sayat pohon induk. Tujuannya agarkambium tidak kering. Pakailah pisau yang tajam dansteril supaya hasil sayatannya rapi dan higienis2. Cara menyayatPerhatikan juga cara membuat sayatan batang induk danbatang atas. Kayu dari pohon induk tak boleh tersayat.Usahakan kambium kayu induk tidak hilang. Kambiumberfungsi untuk lalu-lintas makanan dari daun ke tubuhtanaman. Kalau kambium hilang suplai makanan ke matatempel tidak ada.3. Cara mengikatMengikat mata tempel harus rapat sampai angin takbisa masuk ke tempelan. Mata tunas boleh ikut ditutup,boleh juga tidak ditutup. Mata tunas yang ditutup punya

25kelebihan. Gangguan dari luar, terutama air tidak bisamasuk. Tapi ikatan pada mata tunas tak boleh kencang.Supaya tunas bisa tumbuh. Kalau mata tunas tidakditutup harus dipastikan air tidak menyentuh tempelan.Entres bisa busuk kalau kena air.4. Kecepatan kerjaTeknik yang perlu diketahui pada saat melakukanokulasi, kerja harus cepat. Sayatan pada pohon induktidak boleh terlalu lama di udara terbuka, karenakambium pada kayu bisa kering. Begitu juga dengansayatan mata tempel. Sebaiknya okulasi dilakukan padapagi atau sore hari. Hasil okulasi di tempat teduh. Selainmenghindari terik matahari, juga agar tak ada air yangmasuk ke sambungan.Bahan dan Alata. Bahan- Batang bawah umur 2,5-3 bulan (Gambar 3)- Entris- Tali plastik- Alkohol 70%Gambar 3 . Batangbawah okulasi

26b. Alat- Gunting pangkas- Pisau okulasi5. Pelaksanaan:Cara kerja-Menyiapkan tali plastik dengan cara memotong-motongplastik dengan ukuran 1 x 5 cmMenyiapkan ranting mata temple (entris) yang memilikimata aktifMemangkas duri dan daun semai batang bawah padaketinggian 25 cmOkulasi dengan metode irisan kulit berkayu (chipbuddingMengoles pisau dengan kapas yg telah dicelup dalamalkohol 70 %Mengikat dengan tali plastik yang telah disediakan daribawah ke atasGambar 4. Tahapan Okulasi

276. Pemeliharaan-Menjaga tanaman yang telah diokulasi agar tidakkekeringanPengendalian hama dan penyakit dengan pestisidaterpilih setiap 2 mingguMembuka tali okulasi pada hari ke 21Memangkas batang 1 cm diatas bidang okulasiMembuang setiap tunas liar yang tumbuh pada batangbawah dan hanya disisakan tuns okulasi sajaPemupukan batang semai dengan menggunakan pupukorganik setiap 2 minggu sekali7. Benih siap salur1. Benih jeruk siap salur kriteria sebagai berikut:2. Umur 4 – 5 bulan sejak okulasi3. Sudah memiliki dua tahap pertunasan4. Tinggi tanaman minimal 60 cm dari okulasi5. Labelling (tanggal okulasi, keterangan batang bawahdan entries)Gambar 5. Benih Berlebel Siap Salur

284. CANGKOK (AIR LAYERING)Mencangkok merupakan teknik yang dlakukan untukmendapatkan anakan sebagai bahan tanaman dalampembangunan bank klon, kebun benih klon, kebunpersilangan karena dengan teknik ini bersifat dewasasehingga lebih cepat berbunga dan berbuah.Dengan cara ini kualitas tanaman seperti buahnya akanterjaga sama seperti induknya. Tanaman hasil cangkok akantumbuh tidak terlalu tinggi dan tidak akan mempunyai akartunggang.Tanaman yg dapat dicangkok adalah tanaman buah berkayukeras atau berkambium. Contoh : Mangga, jambu, jambu air,jeruk, dll.Alat-alat yg diperlukan :1.2.3.4.5.6.7.Pisau yg kuat dan tajam.Serabut kelapa atau plastik kresek.Tali atau karet ban dalam bekas.paku panjang 10 cm.Ember atau apa saja media lain utk menampung air.kursi/tangga/stegger, jika cabang terlalu tinggiCampuran tanah subur : Pupuk kandang : serabukgergaji perbandingan 1 per 1Langkah-langkah mencangkok :1. Pertama, pastikan bahwa induk semang tanaman adalahdari varietas unggul, agar hasilnya nanti adalah bibitunggul juga.2. Tentukan cabang yg lurus dan cukup besar agar nantipohon cukup kuat utk mandiri. Kira-kira sebesarpergelangan tangan anak atau berdiameter 3 cm.

29Cara mencangkok yang benar dilakukan sebagai berikut :---Pilih cabang yang sehat dan lebih baik yang tumbuhvertikal.Cabang dikuliti kulitnya melingkari batang dengan jarak5-10 cm.Bersihkan lapisan kambium yang menempel pada kayu.Apabila memakai plastik, plastik tersebut harus diberibeberapa lubang kecil sebagai jalan masuknya airterlebih dahulu.Setelah lapisan kambium bersih, lapisi bagian tersebutdengan tanah gembur dan balut bagian yang telahterlapisi tanah dengan plastik atau sabut kelapa.Ikat balutan tersebut dengan menggunakan tali plastikdibagian ujung atas dan bawah.Sirami bagian yang telah dicangkok secara teratur.Setelah kurang lebih satu bulan, akar mulai tumbuh. Jikapertumbuhan akar sudah cukup baik, balutan plastikatausabutdilepasdancangkokansiapditanam di wadah baru.Gambar 6 Cara Mencangkok Tanaman

305. MERUNDUK (LAYERING)Merunduk adalah proses perkembangbiakan vegetativebuatan yang dilakukan pada tumbuhan bercabang panjangdengan merundukkannya ke tanah.Pada batang yang ditimbun tersebut diharapkan tumbuhakar-Syarat merunduk:Bercabang panjangBercabang lenturCabangnya dekat dengan tanahMerunduk juga dapat dilakukan dengan dua cara . Yaitudengan cara Merunduk biasa dan Merunduk majemuk .Merunduk biasaCabang tanaman dirundukkan dan ditimbun dengantanah, kecuali ujung cabangnya. Setelah membentuk akar,cabang atau batangnya dipotong, sehingga diperolehtanaman baru. Cara ini dapat dikerjakan pada mawar, jambuair, dan arbeiMerunduk majemukSeluruh batang dirundukkan kemudian ditimbuni tanahpada beberapa tempat atau seluruh tempat. Cara ini dapatdikerjakan pada tanaman soka dan anggur .Cara kerja :-Pilih batang tanaman yang sudah tua, kuat dan panjang.Kerat bagian kulit batangnya seperti pada mencangkok.Bengkokkan batang tanaman dengan sedikit dari bagiantengahnya menyentuh tanah. Tahan batang tanaman

31--tadi dengan cara mengubur bagian batang yangmenyentuh tanah dan diatasnya diberi pemberat.Biarkan selama beberapa hari sambil menyiramgundukan tanah tersebut setiap hari.Setelah akar dari bagian tengah batang tadi muncul,pisahkan tanaman baru dari tanaman induk denganmemotong batang tanaman baru bagian bawah.Tanaman baru siap dipindahkan ke media tanam.Gambar 4. Cara Merunduk (Layering) Tanaman

32MODUL 3KULTUR JARINGAN1. Pendahuluan Dan PengarahanTujuan1. Mahasiswa memahami bekerja dalam tim praktikum2. Melatih mahasiswa untuk bekerja secara teliti, rapi, dansterilBahan dan Alat- Botol kultur- Peralatan sterilisasi- Peralatan kebersihanPelaksanaan1. Pengarahan tata tertib laboratorium2. Pembagian kelompok per kelas3. Pembagian kerjaPekerjaan yang harus dilakukan di minggu pertama1. Menjaga kebersihan lab (sapu lantai, bersihkan meja,keluarkan botol kontam)2. Cuci botol3. Sterilisasi botolBotol yang sudah dicuci bersih, disterilisasi denganmenggunakan autoclave selama 30 menit, ataumenggunakan oven suhu 170oC selama 2 jam.Botol yang telah steril diletakkan di rak di ruang inkubasidengan arah mulut botol ke bawah (diletakkan di rakyang sudah diberi alas kertas putih bersih).

33Jumlah botol steril yang harus disiapkan per kelompokadalah minimal 4 botol per orang.4. Membuat air steril. Masukkan aquades ke dalam botol,sterilisasi dalam autoclave selama 30 menit. Minimal 5botol steril per kelompok5. Sterilisasi alat tanam. Bungkus alat tanam (pinset,scalpel, cawan petri, potongan kertas buram yang sudahdibungkus plastik, dengan kertas), lalu masukkan kedalam plastik besar. Autoclave selama 30 menit.PEMBAGIAN KELOMPOK DAN PEKERJAAN YANG HARUSDILAKUKIAN, DITENTUKAN OLEH ASISTEN2. Pembuatan Media Tanam KulturTujuan1. Mahasiswa dapat membuat media MS2. Melatih mahasiswa agar dapat memahami prinsippengenceran dan pengentalan larutanBahan dan Alat- Larutan stok MS, NaOH 0,1N, HCl 0,1N, gula pasir,agar-agar.- Peralatan yang digunakan dalam pembuatan larutanstok antara lain: Neraca analitik, pipet uku

tentang teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif melalui teknik penyambungan (mengenten), merunduk (layering), penempelan mata tunas (okulasi), pencangkokan (air layering) dan kultur tissue (tissue culture). Perbanyakan vegetative memiliki beberapa keuntungan anatara lain, Praktikum ini bertujuan untuk: 1.